INTEGRITAS YANG MENYELAMATKAN
Ps. George Rudi Pasaribu
Pengorbanan Kristus diatas kayu salib adalah wujud tertinggi integritas ilahi. Karena sekalipun apa yang harus Ia lewati itu berat, namun karena mandat yang Bapa berikan kepada-Nya, apapun juga harga-Nya Tuhan Yesus tetap memilih untuk melaksanakan kehendak Bapa. Itulah integritas Yesus.
Demikian juga dengan kita, kehidupan sebagai anak-anak Tuhan adalah kehidupan yang tidak mudah, karena tidak hanya kita diberikan tanggung jawab tapi juga kita harus melewati persoalan, pergumulan dan tampil menjadi pemenang.
Kabar baiknya adalah Tuhan Yesus yang telah memberikan kemenangan itu kepada kita, bukan karena kekuatan dan kecakapan dan kegagahan kita.
Oleh karena itulah, Tuhan Yesus tidak hanya mengajar kita tapi juga Ia telah hidup menjadi teladan bagi kita. Ia menanggung segala sesuatu, sampai Ia benar-benar keluar sebagai pemenang!
Matius 12:39-40 – Orang-orang menuntut sebuah tanda kepada Tuhan Yesus.
Yesus menjawabnya dengan “Tanda nabi Yunus”
“Tanda nabi Yunus”, bercerita tentang sebuah peristiwa yang tidak mudah yang akan Yesus alami untuk keselamatan manusia. Bahkan juga untuk keselamatan orang-orang yang menuntut tanda dari pada-Nya.
Disini Yesus menunjukkan, bahwa integritas sejati tidak selalu terlihat dalam keajaiban yang megah, tetapi dalam kesetiaan menepati janji, bahkan sampai mati.
Yesus tetap melakukan tugas menyelamatkan umat manusia, sekalipun ia harus menanggung kesakitan.
Hidup kita kadang kala akan diperhadapkan dengan persoalan-persoalan, tantangan demi tantangan.
Tapi apakah kita akan tetap berjalan dalam Integritas sekalipun keadaan tidak menguntungkan bagi kita?
Integritas kita akan diuji justru ketika pergumulan datang menimpa.
Integritas kita akan dituntut ketika ada alternatif/pilihan yang lebih menyenangkan TAPI tidak sesuai dengan kebenaran.
Integritas juga bisa berbicara tentang keselarasan antara hati, perasaan, perkataan, dan tindakan kita
Apakah kita tetap bersedia menjadi TERANG dalam kondisi apapun juga?
Jangan tergoda mencari jalan pintas dan berkompromi, karena Tuhan memanggil kita untuk hidup di dalam integritas.
“Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya”. –Amsal 11:3-
1. Integritas berarti hidup dalam kejujuran
Ketika orang jujur, dicari-cari kesalahannya jangan terkejut! Ingatlah Daniel!
Banyak orang ingin menjatuhkan Daniel, mereka tidak dapat menemukan apapun yang dapat dipakai untuk menjatuhkan dia.
Mengapa? Karena hidup Daniel jujur dan bersih
Ketika kita berjalan dalam integritas yang berarti kejujuran, musuh kita tidak akan mendapatkan apapun untuk menjatuhkan kita.
Tuhan akan melindungi orang yang hatinya bersih dan jujur, yang melakukan apa yang sesuai dengan Firman Tuhan.
Ini adalah hal yang sangat langka hari-hari ini, terkadang kita ingin mendapat hasil yang cepat, sehingga banyak orang menggadaikan integritas mereka!
- Jujur dengan Tuhan.
- Jujur dalam segala sesuatu yang kita kerjakan.
- Jujur dalam keuangan kita.
- Jujur pada pasangan.
Melakukan sebagaimana mestinya, sekalipun tidak ada yang melihat!
Amsal 10:9 “Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya,…”
2. Integritas berarti setia dalam perkara kecil
Lukas 16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar…”
Kalau kita mau menerima dampak positif dari sikap integritas, kuncinya adalah SETIA DALAM HAL KECIL!
Setialah dalam pelayanan-pelayanan yang kecil!
Terkadang kita maunya langsung mendapat “proyek” yang besar.
Kesetiaan diuji ketika kita dipercayakan hal-hal kecil.
Setialah dalam perkara kecil, sebab kesetiaan dalam perkara kecil adalah jalan raya menuju rencana besar Allah.
“Kata orang Daud hanya mengantar roti gandum, padahal Tuhan sedang mengantar dia ke tahta raja” Ps George Rudi Pasaribu
3. Integritas berarti tidak kompromi terhadap dosa
Belajar dari Yusuf, ketika istri Potifar mengajak dia untuk berbuat dosa.
“…Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”
Yusuf bisa saja mengambil kesempatan itu, tapi dia memiliki integritas yang memampukan dia untuk berkata tidak kepada dosa, SEKALIPUN HARUS MASUK KE DALAM PENJARA.
Yusuf kehilangan jubahnya, tapi tidak kehilangan karakternya – dan itulah yang membuat dia dipakai Tuhan secara luar biasa.
Jubah berbicara tentang, jabatan, posisi, atau bahkan kenyamanmu.
Jubahmu mungkin dapat diambil orang, TAPI tidak dengan karaktermu! Jangan biarkan orang lain membunuh karaktermu!