CHRIST LIKE CHARACTER
Ps. Andre Djaafar
Apa yang membuat seseorang itu menjadi manusia yang benar-benar Tuhan inginkan?
Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung.
Sebagai pembawa kabar baik, kita perlu benar-benar menyadari bahwa ada hal yang harus kita lakukan.
Yesaya berkata
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku…”
Dalam Lukas 4:18-19, Tuhan Yesus kemudian juga mengulangi apa yang dikatakan oleh Yesaya, mengenai diri-Nya sendiri. Pada ayat 21 Tuhan Yesus berkata
”Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
Artinya Tuhan Yesus itu sendiri menyatakan bahwa Dialah Sang Pembawa Kabar Baik itu.
Sehingga kita, sebagai pengikut Tuhan Yesus pun dipanggil menjadi pembawa kabar baik. Menjadi pembawa kabar baik berarti mengikuti cara Yesus hidup.
Maka dari itu, untuk menjadi Good News Messenger harus ada harga yang kita bayar, karena Yesus sebagai pembawa kabar baik menggenapi hal itu bahkan sampai mati diatas kayu salib.
Sebagai the messenger kita tidak bisa terlepas dari the message! Kita tidak bisa terpisah dari THE MESSAGE HIMSELF, yaitu Tuhan Yesus!
Ketika kita terhubung dengan Tuhan Yesus, kita menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Dia. Sehingga tidak hanya memberitakan kabar baik dengan kata-kata, tapi juga dengan cara kita hidup!
“Your relationship with God will reflect on how you live”
Untuk menjadi manusia yang benar-benar Tuhan inginkan adalah dengan memiliki Christ like Character!
Kita belajar dari 2 tokoh, Daud dan Saul!
Perbedaan karakter antara keduanya
- Saul
Tetapi kata Saul: ”Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu.”
Dia mengaku bahwa dia berdosa, tapi dia tetap mempertahankan statusnya! Dia merasa bahwa sebagai raja dia harus dihormati sekalipun dia telah melakukan dosa dihadapan Tuhan!
- Daud
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Sama-sama raja, yang satu malu. Tapi Daud, dia tahu dia telah berdosa, dan akan ada konsekuensi dibaliknya. Tapi dia seolah berkata SEMUA BOLEH HILANG DAN DIAMBIL DARIPADAKU, TETAPI JANGAN AMBIL ROH TUHAN DARI PADAKU!
Dia mengutamakan hubungannya dengan Tuhan diatas segalanya.
Inilah karakter yang dibangun oleh Daud dari semasa mudanya!
Daud lebih berfokus pada pemberi berkat dari pada berkat itu sendiri.
Milikilah Karakter yang mengutamakan Tuhan di atas segalanya, termasuk di atas berkat yang pernah Dia berikan untukmu!
Ketika kita memiliki karakter ini, maka kita akan tetap Tuhan bawa naik!
Karena “Ability and gift can bring you to the top, but only character will keep you there!”
Karakter mencerminkan diri kita yang sebenarnya. Karena karakter adalah sesuatu yang kita lakukan ketika tidak orang yang melihat disekitar kita! Dalam kesendirian milikilah Karakter yang selalu mengutamakan Tuhan!