/ DOA PENUH IMAN

Ps. Kong Hee

SEVEN STEP OF FAITH

Ps. Kong Hee

Iman bukanlah sebuah peristiwa satu kali saja, tetapi Iman adalah sebuah proses. Iman bagaikan latihan yang harus dilakukan setiap hari, untuk menyelaraskan pikiran, hati, roh, dan jiwa kita seperti kehendak Tuhan.

Ada 7 langkah Iman

1. Keinginan

Kita harus mampu untuk mengatakan kepada Tuhan mengenai keinginan kita. Kalau sesuai dengan kehendak dan karakter Kristus, tidak apa-apa meminta hal itu (Mazmur 37:4).

Kita harus memiliki Visi untuk masa depan yang lebih baik. Kata lain dari VISI adalah HOPE

H.O.P.E = Having Only Positive Expectation

Hanya mengharapkan hal-hal yang positif.

Ibrani 11:1

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Saat kita berdoa, kita harus menyampaikan Visi yang jelas dan detail karena iman perlu harapan yang jelas.

2. Percaya

Dalam iman, kita juga harus percaya pada janji Tuhan. Ketika kita percaya berarti kita percaya kepada karakter Allah bahwa Allah itu baik.

Yakobus 1:6-8 berkata:

  • Minta dalam iman.

  • Jangan bimbang.

  • Mendua hati tidak akan tenang.

Jadi kita harus yakin dan teguh bahwa Allah kita adalah Allah yang memberikan yang terbaik untuk menolong kita. Jadi jangan kehilangan fokus, melainkan arahkanlah hati kita untuk percaya Firman-Nya.

3. Meminta

Yohanes 16:24, "Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu".

Kalau keinginan kita selaras dengan karakter dan firman Tuhan, maka mintalah dengan penuh keberanian.

Meminta ≠ Menuntut

Mintalah seperti anak kecil yang meminta kepada Bapanya; dengan kasih, kerendahan hati, dan kesucian.

Kita tidak bisa berdoa sekali lalu berhenti, melainkan harus minta berulang-ulang, kita harus PUSH.

P.U.S.H = Pray Until Something Happens

Berdoa terus menerus sampai sesuatu terjadi.

Kegigihan dalam berdoa membawa kita semakin dekat dengan Tuhan dan meyakinkan diri kita bahwa Tuhan adalah baik.

4. Menerima

Ketika kita meminta, kita harus terima dengan iman apa yang kita minta itu (walaupun belum terjadi). Jika ada visi dalam hati kita yg adalah visi Tuhan, kita harus mengizinkan Roh Kudus melahirkan visi itu di dalam roh.

Markus 11:24, "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”.

5. Melihat

Setelah menerima dalam iman, kita juga harus bisa melihat hal itu terjadi. Saat membaca Firman kita harus mampu melihat janji Allah hidup di dalam diri kita. Tuhan menyuruh Abraham untuk melihat bintang dan pasir untuk memvisualisasikan janji Allah atas keturunannya (Kejadian 13:14-15). Dalam ilmu psikologi, apa yang kita pikirkan akan membawa kita ke sana, ini menjadi alasan iblis suka menaruh pikiran negatif dalam pikiran kita.

6. Perkatakan

Markus 12:22-23, "Yesus menjawab mereka: ”Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya".

Apa yang kita percayai harus kita perkatakan, bahkan kita harus memperkatakan lebih dari pada apa yang kita percayai

7. Act

Kita harus bertindak atas iman kita, sebab iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Orang lumpuh di pinggir kolam bethesda tidak sembuh ketika dia tergeletak di tilamnya, melainkan Tuhan Yesus menyuruhnya untuk bangun, bangkit, dan berjalan, dan pada saat itu juga sembuhlah orang lumpuh itu (Yohanes 5:1-9). Iman adalah melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan.

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.