START WITH GOD
Ps. Steven Lin
Bukan hanya memulai dengan Tuhan, tetapi jangan lupa bahwa kita harus akhiri dengan Tuhan.
22. Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
23. selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!
“Mulai dengan Tuhan akan berakhir dengan kemenangan, mulai dengan kekuatan diri sendiri akan berakhir dengan kekalahan”.
Jangan fokus kepada seberapa besar masalah kita, namun fokus kepada seberapa besar Tuhan kita!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3. tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
4. suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
6. Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,
7. yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.
8. Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.
9. Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan mereka pun akan nyata bagi semua orang.
Banyak orang yang gagal di tengah jalan, karena iman mereka tidak tahan uji. Mengawali dengan Tuhan itu baik, tetapi jangan lupa dalam perjalanan bahkan sampai akhir kita harus juga bersama dengan Tuhan.
Simson: lahir sebagai hasil dari rencana Tuhan dalam kehidupan Manoah dan istrinya. Simson memiliki talenta dan potensi serta kekuatan yang begitu luar biasa yang tidak dimiliki orang lain, dengan satu tujuan untuk membebaskan bangsa Israel dari Filistin.
Hakim-Hakim 13:5
Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin."
Simson memulai dengan Tuhan, namun di tengah jalan dia mengandalkan talenta dan potensinya sendiri, dia lupa bahwa semua yang dia miliki berasal dari Tuhan.
5. Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
6. Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik;
ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
Hakim-Hakim 15:16
Berkatalah Simson: "Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul."
- Simson tidak menyebut nama Tuhan ketika dia berhasil memenangkan pertempuran (dia membanggakan dirinya). Dia lupa bahwa rahang tanpa Tuhan tidak akan jadi apa-apa. Jangan fokus kepada alat/instrumentnya, namun fokuslah kepada Tuhan.
Kenapa Tuhan kasi rahang? Karena itu alat yang tidak biasa dipakai untuk perang, sehingga kita bisa melihat bahwa apapun alatnya, Tuhan bisa pakai dengan luar biasa.
TAHUN 2025 INI JANGAN MENGANDALKAN RAHANG KELEDAI ATAU TALENTA, KEKUATAN BAHKAN POTENSIMU, NAMUN ANDALKANLAH TUHAN YESUS!
Karena kita terbatas, namun Tuhan tidak terbatas.
Jangan berjuang dengan kekuatan kita sendiri! Karena jika demikian, mungkin kita bisa menang, tapi akan habis dan kelelahan, karena ada limitnya.
Hakim-Hakim 15:18
Ketika ia sangat haus, berserulah ia kepada TUHAN: "Oleh tangan hamba-Mu ini telah Kauberikan kemenangan yang besar itu, masakan sekarang aku akan mati kehausan dan jatuh ke dalam tangan orang-orang yang tidak bersunat itu!"
- Akhirnya Simson berseru kepada Tuhan, meskipun sambil komplen.
Hakim-Hakim 15:19
Kemudian Allah membelah liang batu yang di Lehi itu, dan keluarlah air dari situ. Ia minum, lalu menjadi kuat dan segar kembali. Sebab itu dinamailah mata air itu Mata Air Penyeru, yang sampai sekarang masih ada di Lehi.
- Meskipun seruan Simson last minute, tetapi Tuhan tetap menolongnya, akhirnya keluarlah air dan Simson bisa minum dan dia kuat kembali.
(Lehi = tempat yang kering)
THE END menjadi THEN
Dari jalan buntu menjadi sebuah mujizat yang kreatif.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
- Ketika kita mengandalkan Tuhan, maka hidup kita akan diberkati.
Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
- Kata kuncinya adalah kita harus sabar, jangan buru-buru, ikuti saja, karena Allah yang membela kita.
2025 kita jangan mau menikmati kegelapan dan dan hidup dalam asumsi!
Apa yang terjadi kepada Simson yaitu dia menikmati kegelapan dan hidup dalam asumsi, dia berasumsi bahwa Delila sangat mencintainya, padahal sebenarnya ada rencana terselubung yang dimiliki oleh Delila terhadap Simson.
Harusnya Simson menjadi pahwalan, tetapi akhirnya dia menjadi pelawak di dalam penjara, bahkan dia dirantai dan matanya dicungkil. Tujuan dari bangsa Filistin bukan hanya mau mempermalukan Simson, tetapi mau mempermalukan bangsa Israel.
“Jika kita tidak tahu siapa diri kita, dan tidak menghargai apa yang telah Tuhan taruh di dalam diri kita, kita akan tertipu untuk menukar semua itu dengan hal-hal yang tidak penting”
Identitas kita adalah: kita anak-anak Tuhan yang akan menerima double grace di tahun the year of harvest.
Tuhan tidak pernah melihat masa lalu kita, oleh sebab itu jangan biarkan masa lalu kita mendikte kita untuk kehidupan di masa depan. Oleh sebab itu, pisahkan diri kita dari kegelapan itu!
Persiapkan diri kita, supaya kita bisa menyongsong penggenapan, TANPA PERSIAPAN TIDAK ADA PENGGENAPAN!
Untuk menggapai janji Tuhan tidak cukup hanya KEINGINAN YANG KUAT, namun dibutuhkan KOMITMEN!
Komitmen membuat kita akan bekerja setiap hari meskipun kita merasa males. Komitmen membuat kita tetap beribadah meskipun kita merasa lelah. Komitmen membawa keinginan yang kuat.