PIKIRKAN PERKARA YANG DI ATAS : JESUS FOR EVERYONE
-Ps. Hanny Andries
Ada 2 perkara di atas yang harus kita pikirkan untuk memahami perkara di bumi (Jesus for Everyone), yaitu:
1. Esensi Natal
Natal (Latin: Natalis) artinya kelahiran. Jadi “selamat natal” sama artinya dengan “happy birthday”. Sedangkan Christmas berasal dari bahas inggris kuno (christo maesse), yaitu ibadah khusus memperingati kelahiran Kristus, dan Merry Christmas artinya sukacita atas kelahiran Kristus. Tetapi esensi natal bukanlah natal yang kita peringati sebagai sebuah peristiwa sejarah yang pernah terjadi di Betlehem, tetapi tentang:
- Siapa yang lahir, Kenapa Dia lahir, Untuk apa Dia lahir
- Bukan soal “di mana Dia lahir” tetapi “di mana itu berawal” dan “di mana ia berakhir”, yaitu dirancang di Taman Eden (Kejadian 3:15), Diwujudkan di Betlehem 2000 tahun yang lalu, dan menjadi Immanuel untuk membawa kita sampai ke Yerusalem Baru.
- Natal is not about History but all about His Story, yaitu sebuah Kisah tunggal perjalanan Allah; dari Kejadian sampai Wahyu, dari taman eden sampai Yerusalem Baru.
2. Supremasi Alkitab dibanding Kitab-Kitab yang Lain
Yohanes 1:1-5
(1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (2) Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah (3) Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan (4) Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia (5) Terang itu becahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
Alkitab berbicara tentang domain yang spiritual, sedangkan fisika berbicara tentang domain yang ada wujudnya. Di luar bimasakti ditemukan Black Hole yaitu wilayah ruang waktu yang memiliki gravitasi yang sangat kuat sehingga tidak ada apa pun, termasuk cahaya yang bisa lolos darinya. Jadi black hole seperti lubang yang dalam, yang di suatu titik kedalaman yang sangat dalam disebut sebagai Singularity. Area di sekitar black hole disebut Event Horizon, yaitu batas yang menandai titik gravitasi yang begitu kuat sehingga tidak ada yang bisa kembali setelah melewatinya. Sedangkan Singularity adalah keadaan awal alam semesta, di mana semua materi dan energi terkompresi dalam satu titik yang sangat kecil dengan kepadatan dan suhu yang tidak terhingga.
13,8 miliar tahun yang lalu, Singularity itu mengalami ledakan besar yang disebut Teori Big Bang, di mana setelah itu partikel-partikel dasar terbentuk dan berkembang mulai dari atom, bintang, planet, dan akhirnya menjadi galaksi. Namun ternyata sampai hari ini Sains tidak dapat menjawab mengapa singularity itu meledak.
Ulangan 29:29, "Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini".
Kejadian 1:1-4 juga mencatat bahwa dalam proses penciptaan ada Allah, Firman Allah, dan Roh Allah.
Dari sini kita dapat melihat bagaimana Teori Big Bang Mengkonfirmasi Supremasi Alkitab:
- Sama-sama ada awal yang jelas
- Ada sebuah proses bertahap
- Alkitab mencatat ada 6 hari untuk proses penciptaan (walaupun secara harafiah belum diketahui berapa lama 6 hari itu)
- Dunia awal yang belum teratur
- Penciptaan Cahaya
SUPREMASI ALKITAB
1. Alkitab sudah lama menjelaskan dalam Kejadian 1:1-2 bahwa pada mulanya tidak ada apa-apa kecuali kekosongan, kegelapan, dan kekacauan. Sedangkan fisika baru menjelaskan pada awal abad 17 bahwa awal dari alam semesta hanyalah sebuah kegelapan dan kehampaan yang tiada tara yang disebut black hole.
2. Alkitab sudah lama menjelaskan bahwa memang kegelapan itu punya gravitasi yang luar biasa yang disampaikan dalam Yohanes 3:19, “manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang”. Sedangkan fisika baru menemukan black hole yang memiliki gravitasi (gaya tarik) yang sangat kuat sehingga tidak ada apapun, termasuk cahaya, yang bisa lolos keluar dari dalamnya.
3. Alkitab sudah lama menjelaskan bahwa alam spiritual hukum ruang dan waktu di bumi tidak berlaku, yang tercatat dalam 2 Petrus 3:8, “di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama dengan satu hari”. Sedangkan fisika baru menemukan gravitasi black hole mempengaruhi ruang-waktu di sekitarnya, menciptakan distorsi besar sehingga hukum ruan dan waktu tidak berlaku di sana.
4. Alkitab telah lama menjelaskan adanya sebuah dunia (wilayah) kegelapan dimana ada kekuatan besar di sana, yang disebut “...penghulu-penghulu dunia (bukan Bumi) yang gelap ini”, Efesus 6:12. Iblis tidak menguasai bumi (planet), tetapi menguasai dunia (kehidupan di bumi).
5. Alkitab telah lama menjelaskan, Ada satu titik pusat dunia kegelapan yang bernama “jurang yang tak terduga dalamnya” dalam Wahyu 9:11, “Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut (bottomless pit), namanya dalam bahasa Ibrani adalah Abadon (Destruction) dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion (Destroyer). Fisikawan Karl Schawarzschild pada 1916 baru menemukan Singularity sebagai titik pusat gravitasi di mana apa saja yang ditarik ke dalamnya akan remuk terkompresi dalam volume yang sangat kecil.
6. Alkitab sudah lama menjelaskan dalam Kejadian 1:3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” lalu “BANG” terang itu jadi. Sedangkan fisika baru menemukan pada 1964 (Arno Panias dan Robert Wilson), bahwa sekitar 13.8 juta tahun silam, singularitas kosmik itu meledak dan terjadi “Big Bang”.
Jadi dari semuanya itu dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan hanya sanggup mengexplore apa yang natural, sisanya adalah misteri. Sedangkan Alkitab mampu menjelaskan yang natural maupun supranatural. Di sinilah letak superioritas Allah, di atas segala kitab. Yohanes 20:29, “...Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”.
Jika engkau mulai meragukan isi kitab ini karena dipengaruhi kitab-kitab lain, atau media sosial, atau karena belum melihat janji Tuhan tergenapi, Bertobatlah!
"Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap" (Kejadian 1:4). Dipisahkan artinya tadinya tidak terpisah, kemudian ketika Tuhan berfirman “jadilah terang”, terang itu keluar dari singularity yang tadinya terperangkap di dalam kegelapan.
Yohanes 1:9-14
(9 )Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (10) Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. (11) Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. (12) Tetapi semua orang yang menerima-Nya, yaitu mereka yang percaya kepada nama-Nya, diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, (13) yang lahir bukan dari darah atau dari kehendak daging, atau dari kehendak laki-laki, melainkan dari Allah. (14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Jadi bawalah Terang itu sebab tanpa Dia kita akan tetap di dalam kegelapan, di mana kalau kita terus di dalam gelap hingga menyentuh bottomless pit, kita bisa hancur. Oleh karena itu bawalah terang itu, berpisahlah dengan kegelapan, maka tahun 2025 menjadi tahun double grace bagi setiap kita, yaitu tahun anugerah keselamatan dan anugerah untuk terlibat dalam pekerjaan yang sudah dipersiapkan oleh Tuhan yaitu untuk menuntaskan amanat agung.