YOUR TREASURE
-Ps. Ezra Jingga
Desember identik dengan natal, dan natal identik dengan kado. Tetapi jangan sampai kita kehilangan Tuhan hanya karena kita kecewa ketika tidak mendapatkan “kado” yang kita harapkan. Kita butuh mujizat dan berkat, dan kalau Tuhan belum memberikan biarlah kita tetap melayani Tuhan.
Matius 6:21, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada”. Apakah benar hati kita ada pada Tuhan?" Tanda kita mengasihi Tuhan adalah melalui pemberian. Kita mungkin dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak mungkin dapat mengasihi tanpa memberi.
YOU REAP WHAT YOU SOW. Apa yang kita tabur, kita akan menuainya. Ketika kita rela memberi atau menabur, itu adalah tanda bahwa kita tidak terikat. Semakin kita tidak mau memberi, semakin kita terikat dengan hal itu. Saat menabur yang buruk, kita akan menuainya juga. Biarlah kita menjadi dewasa atas apa yang kita tabur melalui hidup kita.
Natal artinya Mesias harus mati. Kita boleh siap untuk kabar baik, tetapi kita juga harus siap untuk mengikut Yesus, menyangkal diri, dan memikul salib. 1 Korintus 2:9, Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia”. Mari kita fokus untuk mengasihi Tuhan terlebih dahulu.
Kisah Zakheus (Lukas 9), yang tidak meratapi dan pasrah, tetapi ia mengejar Yesus. Pohon itu tumbuh bertahun-tahun hanya untuk dipanjat oleh Zakheus. “Find your tree”, seperti Zakheus yang memanjat pohon untuk berjumpa dengan Yesus, kita juga telah disediakan “pohon” untuk kita berjumpa dengan Tuhan.
Saat Yesus memutuskan untuk menginap di rumah Zakheus, Zakheus memberikan setengah dari hartanya untuk diberikan kepada orang miskin, dan ia mengembalikan empat kali lipat kepada orang yang pernah ditipunya. Zakheus membayar harga yang mahal walaupun saat itu Yesus tidak memintanya, oleh karena ia tahu apa “korban tebusan” itu.
Harta adalah sesuatu yang lebih suka kita simpan sendiri dan tidak kita bagikan, seperti:
1. Hawa Nafsu (Lust). DOSA menjadi harta kita karena kita terikat dengannya, kita lebih suka menyimpannya dan tidak kita bagikan. 1 Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”.
2. Kepahitan (Bitterness), akibat dari gesekan dalam keluarga, pertemanan, dan pelayanan.
3. Harta fisik.
Mungkin saat ini ketiga hal itu menjadi harta yang harus kita lepaskan. Kita harus mempersembahkan harta yang bagi kita berharga yang sangat sulit kita lepaskan, dan pilihlah hidup untuk Tuhan dan bersama dengan Tuhan.