Discovering God's Purpose
Ps. George Rudi Pasaribu
Tahun 5785, dikenal sebagai Tahun Pey Hey, atau tahun dengan Double Grace (Anugerah Ganda). Ini adalah tahun yang penuh dengan peluang bagi kita untuk mengalami anugerah Tuhan yang melimpah. Melalui perjalanan Yakub, kita diajak untuk menemukan tujuan Allah dalam hidup kita.
Yakub, yang dulunya dikenal sebagai seorang penipu, menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan mampu mengubah hidup seseorang, tidak peduli apa yang telah terjadi di masa lalu. Tuhan dapat menjumpai kita dengan anugerah-Nya yang melimpah, yang membawa kita menuju rencana-Nya yang sempurna.
Tiga Prinsip untuk Menemukan Tujuan Tuhan dalam Hidup Kita
1. Keberanian untuk Mentaati Tuhan (Kejadian 31:3)
Tuhan memberi perintah kepada Yakub untuk kembali ke tanah Kanaan, menghampiri Esau. Dalam perintah ini, Tuhan juga menjanjikan penyertaan-Nya. Mengapa Tuhan menyuruh Yakub kembali dari pengembaraannya? Karena Tuhan ingin memenuhi tujuan hidup Yakub, bukan dalam pengembaraannya, tetapi di tanah yang telah dijanjikan, di rumah ayahnya.
Kita semua memiliki panggilan yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup kita. Namun, kadang kita terlalu nyaman dalam "pengembaraan" kehidupan kita dan lupa bahwa kepenuhan hidup yang Tuhan inginkan hanya dapat kita temui ketika kita kembali kepada panggilan awal-Nya.
Keberanian untuk mengikuti Tuhan berarti meninggalkan zona nyaman kita dan menghadapi kenyataan dengan iman. Ketika kita mengandalkan penyertaan Tuhan, kita akan merasakan damai sejahtera dan pemulihan dalam hidup kita.
Pertanyaan untuk direnungkan: Apakah kita masih berjalan dalam panggilan awal kita, atau kita terlalu nyaman dengan keadaan saat ini? Tuhan sedang memanggil kita untuk kembali dan berjalan selaras dengan-Nya.
2. Bertahan dalam Pergumulan untuk Menerima Berkat Tuhan (Kejadian 32:24)
Ketika Yakub bergumul dengan Tuhan di Pniel, pangkal pahanya dipatahkan sehingga terpelecoklah ia. Secara fisik, ia menjadi lemah dan tidak stabil, tetapi justru dalam kelemahannya, ia menemukan kekuatan baru secara spiritual. Pergumulan sering kali mengubah kita dari dalam, melemahkan kekuatan kita yang bersumber dari diri sendiri, dan mengarahkan kita untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan.
Pergumulan adalah bagian dari perjalanan hidup yang Tuhan izinkan untuk memurnikan iman kita. Dalam ketekunan dan perjuangan, kita dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang memberikan kekuatan baru dan mengubah kita. Ketekunan dalam iman adalah kunci untuk menerima berkat yang Tuhan siapkan bagi kita.
Matius 7:7-8 mengingatkan kita bahwa "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."
Pilihan hidup yang kita buat hari ini menentukan arah perjalanan kita. Seperti Yakub yang memilih untuk bergumul, dan taat pada Tuhan, kita juga dipanggil untuk memilih jalan iman yang mengarah pada tujuan ilahi.
3. Mengalami Perubahan Arah dan Identitas di Hadapan Tuhan (Kejadian 32:28)
Perubahan terbesar dalam hidup Yakub terjadi ketika ia berjuang dengan Tuhan di Pniel. Di sana, ia mendapat nama baru: Israel. Dari Yakub yang artinya "penipu" menjadi Israel.
Perubahan arah dan identitas terjadi ketika kita berhenti fokus pada diri sendiri dan mulai melihat bagaimana hidup kita dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain. Seperti Yakub yang berubah menjadi Israel, kita pun dipanggil untuk mengalami perubahan yang mengarah pada tujuan ilahi yang lebih besar.
Yesaya 62:2: "Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh Tuhan sendiri.
Melalui perjalanan hidup Yakub, kita belajar bahwa Tuhan mampu mengubah hidup kita dan mengarahkan kita pada tujuan-Nya. Dengan tiga prinsip—keberanian untuk taat, bertahan dalam pergumulan, dan mengalami perubahan identitas—kita dipanggil untuk kembali pada panggilan Tuhan, bertumbuh dalam iman, dan menjadi berkat bagi banyak orang. Di tahun Pey Hey ini, kita diajak untuk menerima anugerah ganda Tuhan, mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya, dan mengalami perubahan hidup yang membawa kita menuju tujuan ilahi-Nya.