/ MENGIKUT YESUS

Ps. Sidney Mohede

MENGIKUT YESUS
–Ps. Sidney Mohede

Pernahkah kita benar-benar merenungkan makna menjadi pengikut Kristus? Lebih dari sekadar percaya pada-Nya, tetapi kita juga menjadi murid-Nya. Karena panggilan terutama orang percaya adalah Mengikut Yesus.

Apa yang diperagakan dan dilakukan oleh sang murid akan sangat menentukan apa yang diajarkan oleh sang guru.

Yesus berkata, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku." (Matius 16:24)

Tiga hal mendasar ini menunjukkan apakah kita benar-benar mengikut Yesus atau tidak. Tiga hal ini harus dilihat oleh dunia.

1) Menyangkal Diri
Artinya harus melepaskan kepentingan sendiri. Pusat kehidupan kita bukan diri kita, melainkan Tuhan. Dalam segala hal yang kita lakukan, harus ada Yesus di dalamnya. Kolose 3:23 berkata agar kita melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia.

2) Memikul Salib
Setiap orang memiliki salibnya masing-masing. Penderitaan, kekecewaan, atau tantangan hidup adalah salib yang harus kita pikul karena dari sinilah kita mengenal Yesus secara pribadi, dan agar kita semakin serupa seperti Kristus.

Outcome penderitaan ada dua, antara kita semakin rendah hati di hadapan Tuhan, atau menjadi keras dan pahit kepada Tuhan.

3) Mengikut Yesus
Mengikuti Yesus adalah sebuah perjalanan seumur hidup. Setiap hari kita dihadapkan pada pilihan: akankah kita mengikuti jalan-Nya atau jalan dunia? Ketika kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan, kita tidak akan sempat melihat yang lain.

Saat kita mengenal Dia, kita dapat tahu apa yang Tuhan mau kita lakukan. Kita dapat mengenal Dia karena kita memutuskan untuk mengikut Dia. Mengikut Yesus tidak dengan kekuatan sendiri karena itu akan sulit, tetapi Dia juga yang memberikan keinginan dan kemampuan untuk kita dapat melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan (Filipi 2:13).

Matius 16:25-26
[25] Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. [26] Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.