ORANG SAMARIA YANG DISEMBUHKAN
–Prof. Ps. Sonny Eli Zaluchu
Alkitab memiliki arti di zaman itu ketika terjadi dan memiliki dampak hari ini ketika kita membacanya.
Lukas 17:11-19
Dalam perjalanan Yesus ke Yerusalem, Dia bertemu dengan sepuluh orang kusta. Mereka adalah orang-orang yang hilang harapan akan kesembuhannya. Apa yang mereka lakukan ketika mereka berjumpa dengan Yesus?
1) Mencegat Yesus
Seperti orang kusta ini, mereka tidak ada harapan lagi. Saat mereka tahu bahwa Yesus Sang Pembuat Mujizat lewat, mereka langsung menjumpai Yesus.
Saat memiliki masalah, jangan lari dari Tuhan, melainkan hampiri Dia. Saat kita merasakan hadirat Tuhan ketika beribadah, walaupun satu sentuhan kecil, langsung cegat Dia, tariklah kuasa itu, dan alamilah divine appointment (janji ilahi).
2) Berteriak kepada Tuhan
Sambil menghampiri Yesus, mereka berteriak bersahut-sahutan, "Yesus, Guru, kasihanilah kami". Sikap mereka sedang menarik perhatian Yesus.
Saat menghampiri Tuhan, antusiaslah karena Tuhan melihat sikap kita. Saat Yesus memandang mereka, mereka disembuhkan. Di mana mata Tuhan memandang, di situ sesuatu terjadi.
3) Mengucap Syukur
Dari semua orang yang disembuhkan, hanya 1 hang mengucap syukur kepada Yesus, sedangkan yang lainnya hanya berfokus kepada hukum taurat (menunjukkan diri kepada imam-imam).
Untuk menjadi orang Kristen yang sejati adalah mengucap syukur.
– Level pertama dari mengucap syukur adalah mengucap syukur dari mulut. Ada kuasa dalam mengucap syukur.
– Level kedua dari syukur adalah bukan hanya ucapan dari mulut, tetapi disertai kesadaran dan kepercayaan terhadap sesuatu yang menjadi tujuan ucapan syukur itu, yaitu Tuhan sendiri.
Orang yang mengucap syukur akan DIRESTORASI. Dia tidak hanya sembuh, melainkan segala yang hilang direstorasi oleh Tuhan.