BERSYUKUR
Ps. Daniel Arief
"Bersyukur" bukanlah kebenaran yang baru, tetapi seringkali kita gagal melakukannya. Sekalipun tidak mudah, Firman Tuhan berkata bahwa bersyukur itu baik bagi kita (Mazmur 92:1).
Pujian membawa kita terkoneksi dengan berkat.
Yosafat bersaksi bahwa ada tempat di mana mereka memuji Tuhan dan di situ mereka juga diberkati, yaitu di Lembah Pujian (2 Tawarikh 20:26).
Hakim-hakim 1:1-2
Ketika bangsa Israel harus merebut Tanah Perjanjian, dan Yosua sudah mati pada saat itu, mereka bertanya siapa yang akan memimpin mereka dari 12 suku dan Tuhan menjawab suku Yehuda-lah yang memimpin mereka.
Yehuda = Praise the Lord.
Strategi Tuhan adalah Yehuda harus di depan, artinya bersyukur itu harus di depan, bukan di belakang. Jangan bersyukur hanya pada saat pergumulan selesai. Akan tetapi iman yang dewasa mengucap syukur bahkan saat awal pergumulan itu dimulai.
—Ucapan syukur membawa kita terkoneksi dengan kebangkitan (Yohanes 11:41-43).
Kisah Yesus membangkitkan Lazarus.
(41) Yesus MENGUCAP SYUKUR kepada Allah.
(43) Setelah itu Yesus berseru membangkitkan Lazarus.
Sebelum membangkitkan Lazarus, Yesus mengucap syukur kepada Bapa. Setelah itu, Lazarus dibangkitkan.
—Ucapan syukur membawa kita terkoneksi dengan pelipatgandaan (Yohanes 6:11).
Kisah Yesus memberi makan 5000+ orang.
Saat itu Yesus mengambil roti, MENGUCAP SYUKUR, dan membagi-bagikannya. Disitulah terjadi multiplikasi.
—Ucapan syukur membawa kita terkoneksi dengan pengembalian (Lukas 17:15-19).
Dari 10 orang kusta yang disembuhkan, hanya 1 orang yang mengucap syukur. Bagi satu orang yang BERSYUKUR itu, dia menerima kesembuhan yang sempurna; apa yang hilang kembali utuh.
Jadi saat ini apapun yang mati atau hilang dari kita, jadikan ucapan syukur sebagai strategi berperang, maka kita akan menerima kuasa kebangkitan, kuasa pelipatgandaan, dan kuasa pengembalian dari pada Tuhan.