LIVING IN FORGIVENESS
-Ps. Chris Silitonga
Salah satu penyebab utama gangguan mental adalah trauma akibat peristiwa masa lalu.
Keunikan manusia adalah bahwa kita memiliki hati dan kehendak. Kalau hati kita terang, maka yang terpancar adalah terang (Amsal 4:23 ). Yesus sendiri telah mengajarkan Doa Bapa Kami, dan mengajar kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita (Matius 6:11).
—Mengapa Kita harus Mengampuni?
Ada 4 dampak memberi pengampunan:
1) Orang Percaya yang memberi pengampunan, hidup dalam terang.
Kalau kita membenci saudara kita, kita hidup dalam kegelapan (1 Yohanes 2:9-11).
Bangunlah hidup dan karir kita atas dasar KASIH, bukan balas dendam atau trauma masa lalu, dengan begitu terpancar lah terang dari apa yang kita lakukan.
2) Orang percaya yang memberi pengampunan, akan lebih dekat dan mengasihi Allah.
Siapa yang mengasihi Allah, pasti mengasihi saudaranya (1 Yohanes 4:20-21). Ekspresi mengasihi Tuhan adalah dengan mengasihi ciptaan-Nya.
3) Orang percaya yang memberi pengampunan, diteguhkan statusnya sebagai Pengikut Kristus.
Orang baik dan jahat sama-sama dapat melihat matahari dan hujan, namun anak Tuhan adalah yang memutuskan mengasihi ketika kita dimusuhi (Matius 5:44-45).
Forgiveness never about the others, but it's always about you who release forgiveness.
Bagian kita adalah mengampuni, orang lain berurusan dengan Roh Kudus.
4) Orang percaya yang memberi pengampunan, diluputkan dari maut (neraka).
Keselamatan adalah karunia Tuhan yang kita terima dengan iman, tapi kita akan menipu diri sendiri ketika kita membenci orang. Karena dengan membenci kita sedang melangkahi kaki kita ke neraka (1 Yohanes 3:14-15).
Kolose 3:13
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.