GOSIPPING JESUS
Ps. Andre Djaafar
Gosipping Jesus = Mendengar tenyang Yesus tetapi tidak pernah mengalami-Nya (Ayub 42:5).
Pengalaman pribadi berbicara tentang KEINTIMAN. Apa itu keintiman?
1. Keintiman adalah Personal.
Yosua tetap di pintu perkemahan itu walaupun ibadah sudah selesai dan semua orang sudah keluar, karena dia ingin menikmati seberapa lama dia merasakan hadirat dan kemuliaan Tuhan (Keluaran 33:9-11).
Di Ulangan 31:7-8 dan 31:16-18, ketika bangsa Israel berbuat dosa, Tuhan meninggalkan Israel, tetapi tidak pada Yosua. Tuhan tetap menyertai Yosua karena Tuhan tau Yosua merindukan Tuhan.
Keintiman itu personal, yaitu setiap pribadi dengan Tuhan. Sekalipun kita tinggal di tempat yang tidak percaya kepada Tuhan, Tuhan tidak meninggalkan kita.
2. Keintiman membuat kita takut akan Tuhan.
Takutlah akan Tuhan (Pengkhotbah 12:13-14).
Salomo mengasihi Tuhan tapi dia tidak takut akan Tuhan, yaitu dia masih menyembah berhala (1 Raja-raja 3:3,4-5).
Mengasihi Tuhan belum tentu takut akan Tuhan, tetapi takut akan Tuhan sudah pasti mengasihi Tuhan.
3. Keintiman akan membuat kita bertumbuh.
Bertumbuh menuju kedewasaan artinya kita meninggalkan sifat kanak-kanak (1 Korintus 13:11)
* Tidak hanya memohon berkat, tetapi menjadi berkat
* Tidak memohon redakan badai, tetapi meminta kekuatan untuk melewati badai
* Allah bukan sebagai opsi terakhir, tetapi sebagai pilihan pertama
* Kekecewaan sebagai sebagai alasan menjadi semakin dekat, bukan semakin jauh
* Merasa layak, menjadi tidak layak
Keintiman kita bukan untuk sekali, tetapi perlu diulang dan tidak ada batasnya. Jadi setiap saat komunikasi itu selalu ada.
Matius 16:15-17
Tuhan bisa menyingkapkan sesuatu kepada kita walaupun sedang tidak dalam aktivitas rohani. Tuhan bisa singkapkan kapan pun juga, asal kita punya keintiman dengan Tuhan.
GOSIPPING JESUS artinya sering mendengar tentang Yesus, namun belum pernah mengalaminya.
Keintiman bukan untuk sesekali, tetapi perlu diulang dan tidak ada batasnya.