HIDUP DENGAN RASA SYUKUR
Ps. George Rudi Pasaribu
Daud melakukan kehendak Tuhan sehingga Daud memperoleh perkenanan dari Tuhan (1 Tesalonika 5:18).
BERSYUKUR adalah kehendak Tuhan.
1 Tesalonika 5:16-18
Perintah dan kehendak Tuhan adalah:
– Bersukacita dalam kondisi apapun,
– Berdoa untuk menjaga komunikasi dan relasi dengan Tuhan,
– Mengucap syukur senantiasa baik suka maupun duka.
* MENGAPA kita harus bersyukur?
– Karena ini adalah kehendak Allah. Dengan bersyukur kita sedang melakukan kehendak Allah.
– Bukti pengakuan kita atas kebaikan Allah. Jangan menunggu peristiwa spektakuler! Kita ada hari ini adalah bukti kebaikan Allah, karena setiap hari adalah sebuah kesempatan.
Ketika kita bisa memahami bahwa hari ini bisa hilang begitu saja, betapa seharusnya orang percaya bersyukur atas setiap pagi yang ada (Yakobus 4:13-15).
– Memperkuat iman kita, yaitu mengakui bahwa Allah adalah sumber dari segala berkat. Ujian relasi yang sejati adalah ketika kita tetap bersyukur sekalipun kita menerima hal yang sulit, karena disinilah iman kita diperkuat.
– Mengubah Perspektif. Syukur membuat kita lebih melihat sisi positif dari hal negatif yang terjadi.
– Menjaga kedamaian hati. Dengan bersyukur kita dapat menghargai hal-hal sederhana. Healing paling sederhana namun efektif adalah Bersyukur.
– Menghadirkan hadirat Roh Kudus. Roh Kudus diam dalam pujian dan syukur, dengan begitu kita membuka pengalaman untuk hidup bersama Tuhan.
* BAGAIMANA membangun kebiasaan Bersyukur?
– Kesadaran
– Refleksi Diri
– Pembacaan Alkitab
– Ciptakan Ekosistem
– Ungkapan Aktif
– Kesabaran
Syukur adalah fondasi dari kehidupan spiritual yang sehat. Bukan hanya tanggapan alami terhadap kebaikan Allah, tetapi Syukur juga perintah dan kehendak Allah bagi kita.
Jangan menunggu peristiwa spektakuler. Kita ada di hari ini adalah bukti kebaikan Allah, karena setiap hari adalah sebuah kesempatan.
Apa yang tidak penting bagi Anda bisa jadi hal terpenting bagi yang lain, Bersyukurlah!
Cenderung kita tidak anggap penting hal sederhana sampai hal itu hilang dari sekitar kita.
Ketika kita bisa memahami bahwa hari ini bisa hilang begitu saja, betapa seharusnya orang percaya bersyukur atas setiap pagi yang ada.
Syukur bukan hanya tanggapan alami terhadap kebaikan Allah, tetapi juga perintah dan kehendak Allah bagi kita.