AKU MILIK KRISTUS Part 6
MENGUCAP SYUKUR KARENA IDENTITAS BARU
————————————————————
"…dan mengucap syukurlah dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan bagi orang-orang kudus di dalam kerajaan terang."
Inilah puncak dari doa Paulus.
Setelah berbicara tentang mengenal kehendak Tuhan, hidup yang layak, berbuah, bertumbuh, dikuatkan oleh kuasa-Nya, serta hidup dengan tekun dan sabar, Paulus mengarahkan mata kita kepada satu alasan terbesar untuk bersyukur.
Apa alasan itu?
- Bukan karena hidup kita bebas dari masalah.
- Bukan karena semua doa sudah dijawab.
- Bukan karena keadaan selalu baik.
Tetapi karena Bapa telah melayakkan kita untuk menerima bagian dalam Kerajaan Terang.
Perhatikan kata yang sangat penting itu:
"Melayakkan."
Paulus tidak berkata,
"Kamu telah melayakkan dirimu sendiri."
Ia juga tidak berkata,
"Teruslah berusaha sampai suatu hari kamu layak."
Ia berkata.
“BAPA yang melayakkan kita.”
Tidak seorang pun dapat memperoleh keselamatan dengan usaha, prestasi, pelayanan, atau kesalehannya.
Kita semua adalah orang berdosa yang tidak mampu menyelamatkan diri sendiri.
Namun melalui Salib Kristus, Allah mengangkat kita dari posisi sebagai orang berdosa menjadi anak-anak-Nya.
- Darah Yesus tidak hanya mengampuni dosa kita.
- Darah-Nya juga memberikan kepada kita identitas yang baru.
Sekarang kita bukan lagi orang asing bagi Allah.
- Kita adalah anggota keluarga-Nya.
- Kita bukan lagi hidup dalam kerajaan kegelapan.
- Kita telah dipindahkan ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih.
Inilah anugerah yang tidak ternilai.
Karena itu, hidup kudus bukanlah usaha untuk membeli kasih Allah.
Hidup kudus adalah respons syukur karena kita telah lebih dahulu dikasihi oleh Allah.
Kita tidak taat supaya Tuhan menerima kita.
Kita taat karena di dalam Kristus, kita sudah diterima.
Kita tidak hidup benar supaya menjadi anak Tuhan.
Kita hidup benar karena kita adalah anak-anak Tuhan.
INILAH IDENTITAS BARU YANG MENGUBAH CARA KITA MENJALANI HIDUP.
Banyak orang Kristen masih hidup dengan pola pikir bahwa mereka harus terus membuktikan diri agar Tuhan mengasihi mereka.
Akibatnya, ketika gagal mereka merasa ditolak, dan ketika berhasil mereka menjadi sombong.
Injil mengajarkan sesuatu yang berbeda.
Setiap pagi, ingatkan diri Anda:
"Hari ini saya bukan berjuang untuk mendapatkan kasih Allah. Saya menjalani hidup sebagai seseorang yang sudah dikasihi Allah."
Biarlah kesadaran ini mengubah cara kita bekerja, melayani, menghadapi pencobaan, dan memperlakukan orang lain.
Ketika kita sadar bahwa semua hanya oleh anugerah, kita akan lebih mudah bersyukur, lebih rendah hati, lebih cepat mengampuni, dan lebih setia melayani.
Hidup yang kudus bukan lagi menjadi beban.
Melainkan ungkapan kasih kepada Bapa yang telah lebih dahulu mengasihi kita.
_____________
Tindakan Ketaatan Hari Ini
- Hari ini, berhentilah sejenak di awal hari dan ucapkan dengan suara atau dalam hati: “Saya sudah diterima di dalam Kristus.”
Tuliskan satu area di mana Anda sering merasa harus “membuktikan diri” di hadapan Tuhan.
Serahkan area itu dalam doa, dan pilih untuk melakukan ketaatan hari ini bukan untuk diterima, tetapi karena sudah diterima.
Lakukan satu tindakan kasih atau pelayanan kecil tanpa mengharapkan pengakuan apa pun.
_____________
Pertanyaan untuk Direfleksikan
- Apakah saya masih berusaha "mendapatkan" kasih Tuhan melalui perbuatan baik saya?
- Ataukah saya sudah hidup sebagai anak yang tahu bahwa ia telah diterima oleh Bapanya melalui Kristus?
- Bagaimana identitas saya sebagai anak Allah seharusnya memengaruhi sikap dan keputusan saya hari ini?
"Orang percaya tidak hidup untuk memperoleh penerimaan Allah; ia hidup dari kepastian bahwa di dalam Kristus, ia telah diterima."
_____________
Doa
Bapa yang penuh kasih,
Terima kasih karena melalui Yesus Kristus Engkau telah melayakkan kami menerima bagian dalam Kerajaan Terang.
Kami sadar bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha kami, melainkan anugerah-Mu yang begitu besar.
Tidak ada yang dapat kami banggakan selain salib Kristus.
Ajarlah kami untuk hidup setiap hari sebagai anak-anak-Mu yang telah dikasihi dan diterima.
Biarlah kesadaran akan identitas baru ini memenuhi hati kami dengan sukacita dan ucapan syukur.
Tolong kami hidup kudus bukan karena takut dihukum, tetapi karena kami mengasihi Engkau yang telah lebih dahulu mengasihi kami.
Kiranya hidup kami memancarkan terang Kristus, sehingga melalui perkataan, sikap, dan perbuatan kami, orang lain dapat melihat kemuliaan-Mu.
Pakailah kami menjadi saksi dari kasih karunia-Mu yang mengubahkan hidup.
Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.
Amin.
_____________
Aplikasi Pemuridan Hari Ini
- Latih diri untuk membedakan antara hidup untuk diterima dan hidup karena sudah diterima.
- Dalam percakapan dengan orang lain hari ini, hindari sikap menghakimi—ingat bahwa Anda juga hidup oleh anugerah.
- Jika Anda gagal hari ini, jangan lari dari Tuhan—justru datang lebih dekat kepada-Nya.
- Jadilah murid yang memuridkan dengan menunjukkan kepada orang lain bahwa Injil membebaskan dari “usaha mendapatkan penerimaan” menjadi “hidup dalam penerimaan.”