MENGENAL KEHENDAK TUHAN. Part-4
Suara Gembala Dikenal oleh Domba
"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku."
_________
Renungan
Selama bertahun-tahun saya mendengar banyak orang berkata,
"Saya ingin sekali mendengar suara Tuhan."
Sebagian bertanya dengan tulus.
Karena sedang terburu-buru harus membuat keputusan besar.
Tetapi ketika Yesus tidak pernah berkata,
"Domba-domba-Ku harus belajar teknik mendengar suara-Ku."
Ia berkata,
"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku... dan mereka mengikut Aku."
Perhatikan urutannya.
- Mereka mengenal suara-Nya, lalu mereka mengikut Dia.
- Mereka tidak mengikuti suara yang asing.
Mengapa?
Karena mereka hidup bersama Sang Gembala. Inilah yang sering kita lupakan.
____________
Mengenal suara Tuhan bukanlah hasil dari metode tertentu, melainkan buah dari hubungan yang intim dengan Sang Gembala.
Semakin dekat kita kepada Tuhan,
Semakin peka hati kita terhadap pimpinan-Nya.
Sebaliknya, ketika hati kita dipenuhi oleh kebisingan dunia,
Semakin sulit membedakan mana suara Tuhan dan mana suara ketakutan, ambisi, atau emosi kita sendiri.
Hari-hari ini dunia begitu hiruk-pikuk.
- Media sosial berbicara lantang.
- Berita berbicara lantang.
- Opini orang berbicara lantang.
- Ketakutan berbicara lantang.
- Keinginan pribadi berbicara lantang.
Namun suara Tuhan sering kali hadir dengan lembut, menuntun, bukan memaksa.
Karena itu, masalahnya sering kali bukan Tuhan berhenti berbicara.
Masalahnya adalah kita jarang menyediakan waktu untuk benar-benar mendengarkan.
____________
Ilustrasi
Bayangkan sebuah radio.
- Gelombang siaran selalu ada.
- Pemancarnya tidak pernah berhenti mengirimkan suara.
Namun bila frekuensinya tidak tepat, yang terdengar hanyalah suara berisik.
Begitu frekuensinya disetel dengan benar, suara itu langsung terdengar jelas.
Demikian juga dengan Tuhan.
IA TIDAK BERHENTI BERBICARA.
Kitalah yang perlu menyetel hati kita melalui Firman, doa, penyembahan, dan ketaatan.
Semakin hati kita selaras dengan hati Tuhan, semakin jelas kita mengenali suara-Nya.
____________
Aplikasi Hari Ini
Hari ini cobalah melakukan tiga latihan sederhana.
1. Matikan "kebisingan" selama 10 menit.
- Jauhkan telepon genggam, televisi, dan segala distraksi.
- Duduklah dengan tenang di hadapan Tuhan.
2. Bacalah Yohanes 10:27 secara perlahan beberapa kali.
- Jangan terburu-buru.
- Biarkan Firman itu berbicara kepada hati Anda.
3. Sebelum mengambil keputusan hari ini, berhentilah sejenak dan berdoalah:
- "Tuhan, apakah ini berasal dari hati-Mu atau hanya dari keinginanku?"
- Kepekaan terhadap suara Tuhan dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan setia.
____________
Pertanyaan untuk direnungkan
- Suara apa yang paling sering mempengaruhi keputusan saya akhir-akhir ini: Firman Tuhan, ketakutan, atau pendapat orang lain, atau keinginan hati?
- Apakah saya menyediakan waktu yang cukup untuk mendengarkan Tuhan setiap hari?
- Langkah apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi "kebisingan" rohani dalam hidup saya?
____________
"Semakin dekat kita kepada Sang Gembala, semakin mudah kita mengenali suara-Nya. HUBUNGAN MELAHIRKAN KEPEKAAN."
____________
Doa
Bapa di surga,
Terima kasih karena Engkau adalah Gembala yang baik yang terus berbicara kepada domba-domba-Mu.
Ampunilah kami jika hati kami lebih sering dipenuhi oleh suara dunia daripada suara-Mu.
Ajarlah kami membangun hubungan yang semakin intim dengan-Mu melalui Firman, doa, dan ketaatan setiap hari.
Berikan kami hati yang tenang, peka, dan rendah hati, sehingga kami mampu mengenali suara-Mu dan dengan sukacita mengikuti setiap tuntunan-Mu.
Biarlah hidup kami TIDAK dipimpin oleh ketakutan, ambisi, atau tekanan dunia, tetapi oleh suara Sang Gembala yang selalu membawa kami kepada jalan kehidupan.
Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
____________
LANGKAH PEMURIDAN HARI INI
BACA:
Yohanes 10:1–18
RENUNGKAN:
Suara siapakah yang paling sering saya ikuti setiap hari?
LAKUKAN:
Sediakan 10 menit dalam keheningan untuk membaca Firman dan mendengarkan Tuhan tanpa terburu-buru menyampaikan permintaan.
BAGIKAN:
Ceritakan kepada satu orang pengalaman ketika Tuhan pernah menuntun Anda melalui Firman atau damai sejahtera dari Roh Kudus.
____________
DEKLARASI MURID KRISTUS
Bapa, hari ini aku memilih untuk lebih dekat kepada-Mu.
Aku percaya Engkau masih berbicara.
Bentuklah hatiku agar semakin peka mengenali suara-Mu dan setia mengikuti setiap tuntunan-Mu.
Aku ingin hidup dipimpin oleh-Mu, bukan oleh ketakutan atau suara dunia.