/ BERBUAH - Part 2

DEVOTION 23/07/2026

POHON YANG SEHAT SELALU MENJADI BERKAT

Mazmur 1:3

“Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya…”

v35;

Ada satu hal yang menarik tentang pohon.

Pohon tidak pernah memakan buahnya sendiri.

  • Mangga tidak dimakan pohon mangga.
  • Jeruk tidak dimakan pohon jeruk.

Semua buah diberikan kepada orang lain.

Begitu pula orang percaya.

  • Tujuan Tuhan membuat kita berbuah bukan supaya kita terkenal.
  • Tetapi supaya kehidupan kita menjadi berkat.

Buah selalu dinikmati oleh orang lain.

Lihatlah kehidupan sehari-hari.

Suami yang bertumbuh…

  • seluruh keluarganya menikmati buahnya. Rumah menjadi lebih damai.

Seorang istri yang bertumbuh…

  • anak-anaknya merasakan buahnya. Rumah menjadi penuh kasih.

Orang tua yang bertumbuh…

  • generasi berikutnya menikmati buahnya.

Pemimpin yang bertumbuh…

  • timnya menjadi sehat.

Gembala yang bertumbuh…

  • jemaatnya bertumbuh.

Pengusaha yang bertumbuh…

  • karyawannya ikut diberkati.

Guru yang bertumbuh…

  • murid-muridnya memperoleh nilai kehidupan.

Orang yang benar-benar berbuah tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri.

  • Ke mana pun ia pergi, orang lain ikut merasakan kehidupan yang ada di dalam dirinya.

Saya teringat kata-kata Yesus,

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang…” (Matius 5:16)

Terang tidak bekerja untuk dirinya sendiri.

  • Terang menerangi orang lain.

Demikian pula buah.

v35;

Kembali ke awal perjalanan

Sekarang kita melihat seluruh gambarnya.

Lapar dan haus membuat kita mencari Firman Tuhan.

Firman memberi nutrisi.

Nutrisi membuat Akar semakin dalam.

Akar yang dalam membuat Pertumbuhan semakin nyata.

Pertumbuhan menghasilkan Buah yang menjadi berkat bagi banyak orang.

Itulah KEHIDUPAN SEORANG MURID KRISTUS.

v35;

Suatu hari nanti…

Orang mungkin tidak mengingat semua khotbah kita.

Tetapi mereka akan mengingat,

  • Kasih kita.
  • Kesabaran kita.
  • Kesetiaan kita.
  • Pengampunan kita.
  • Kerendahan hati kita.

ITULAH BUAH YANG MEMULIAKAN BAPA DISURGA.

v35;

“Pohon tidak pernah menikmati buahnya sendiri. Demikian pula hidup yang berbuah selalu menjadi berkat bagi orang lain.”

“Ukuran kedewasaan rohani bukanlah seberapa banyak yang kita ketahui tentang Firman, tetapi seberapa banyak kehidupan Kristus dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita.”

Aplikasi Praktis

Hari ini pikirkan satu pertanyaan sederhana:

“Siapa yang sedang menikmati buah dari kehidupanku?”

Lalu ambillah satu tindakan nyata minggu ini:

  • Menguatkan seseorang yang sedang lemah.
  • Mengampuni orang yang menyakiti Anda.
  • Melayani tanpa mengharapkan pujian.
  • Memberi dengan sukacita kepada yang membutuhkan.
  • Menjadi pendengar yang baik bagi anggota keluarga.

Biarkan orang lain merasakan buah dari kehidupan yang Kristus kerjakan di dalam Anda.

v35;

Penutup seluruh serial: “LAPAR DAN HAUS, MAKAN, BERAKAR, BERTUMBUH DAN BERBUAH.”

  • Jangan mencari nutrisi tanpa rasa lapar.
  • Jangan mengejar akar tanpa nutrisi.
  • Jangan mengejar pertumbuhan tanpa akar.
  • Jangan mengejar buah tanpa pertumbuhan.

Sebab kehidupan rohani selalu dimulai dari hati yang lapar dan haus akan Tuhan.

Ketika kita terus lapar akan Firman, setia memakannya, berakar di dalam Kristus, dan bertumbuh menuju kedewasaan, buah akan muncul dengan sendirinya—“BUKAN UNTUK KEMULIAAN KITA, MELAINKAN UNTUK KEMULIAAN ALLAH DAN MENJADI BERKAT BAGI DUNIA.”

v35;

Doa

“Bapa, terima kasih karena Engkau tidak hanya memanggilku untuk hidup bagi diriku sendiri.

Jadikan aku pohon yang sehat, yang terus lapar akan Firman-Mu, setia memakannya, berakar di dalam Kristus, bertumbuh menuju kedewasaan, dan menghasilkan buah yang menjadi berkat bagi banyak orang.

Biarlah hidupku memuliakan nama-Mu dan membawa orang lain semakin dekat kepada Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.