BUAH ADALAH HASIL, BUKAN TARGET
Lapar membawa kita kepada Firman.
Firman menjadi nutrisi yang membangun akar.
Akar yang sehat menghasilkan pertumbuhan.
Pertumbuhan yang sejati pada akhirnya akan terlihat melalui buah.
Pohon tidak berbuah karena dipaksa, tetapi karena ia sehat.
Demikian pula orang percaya.
Buah bukan hasil usaha manusia semata, melainkan
- hasil alami dari kehidupan yang terus lapar akan Tuhan,
- setia makan Firman,
- berakar dalam Kristus, dan
- bertumbuh menuju kedewasaan.
Nah, Saya sudah sampai pada puncak dari seluruh serial ini yaitu BERBUAH.
Selama lima bagian ini, sebenarnya saya TIDAK sedang mengajar jemaat bagaimana menghasilkan buah.
Saya sedang mengajar bagaimana menjadi pohon yang sehat, karena,
- Pohon yang sehat tidak pernah dipaksa berbuah.
- BUAH ADALAH KONSEKWENSI DARI KEHIDUPAN POHON YANG SEHAT.
Ini sangat berbeda dengan cara berpikir banyak orang Kristen sekarang.
- Banyak yang mengejar pelayanan,
- Mengejar karunia,
- Mengejar jabatan, atau
- Mengejar hasil,
TETAPI MELUPAKAN PENTINGNYA KEHIDUPAN YANG SEHAT YANG MENGHASILKAN SEMUANYA.
v35;
BUAH ADALAH HASIL, BUKAN TARGET
Yohanes 15:4-5 “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak…”
Mari kita melihat kembali pelajaran yang sudah kita bahas dalam seri pemuridan ini.
Bagian pertama…
- Kita belajar bahwa rasa lapar adalah tanda kehidupan.
- Hanya orang yang hidup yang akan lapar akan Tuhan.
Bagian kedua…
- Kita belajar bahwa rasa lapar itu harus dipuaskan dengan makan Firman,
- bukan sekadar membaca, tetapi merenungkan, mendengar suara Roh Kudus, lalu melakukannya.
Bagian ketiga…
- Firman yang dimakan setiap hari akan membangun akar yang semakin dalam.
Bagian keempat…
- Akar yang sehat menghasilkan pertumbuhan.
Dan sekarang…Kelima
- Kita sampai pada hasil akhirnya yaitu BERBUAH
Perhatikan baik-baik.
- Yesus tidak pernah berkata, “Berusahalah menghasilkan buah.”
- Tetapi Dia berkata, “Tinggallah di dalam Aku.”
Mengapa?
Karena buah bukan sesuatu yang dipaksakan.
- Buah adalah akibat dari sebuah kehidupan di dalam Yesus.
Pohon mangga tidak bangun pagi sambil berkata,
- “Hari ini saya harus menghasilkan lima puluh mangga.”
- Ia hanya terus berakar.
- Akarnya terus menyerap air.
- Batangnya terus bertumbuh.
- Daunnya terus berfotosintesis.
Lalu… BUAH MUNCUL DENGAN SENDIRINYA.
Demikian pula orang percaya.
- Kalau kita terus lapar akan Tuhan…
- terus makan Firman…
- terus memperdalam akar…
- terus bertumbuh…
maka buah akan muncul secara alami.
v35;
Contoh sederhana
- Orang yang dulu mudah marah…sekarang lebih sabar. —> ITU BUAH!
- Orang yang dulu pelit…sekarang murah hati. —> ITU BUAH!
- Orang yang dulu mudah tersinggung…sekarang lebih mudah mengampuni. —> ITU BUAH!
- Orang yang dulu egois…sekarang mulai memikirkan orang lain. —> ITU BUAH!
- Orang yang dulu takut bersaksi…sekarang berani menceritakan Yesus. —> ITU BUAH!
Buah bukan hanya jumlah orang yang kita layani.
- Buah pertama yang Tuhan cari adalah KARAKTER KRISTUS DALAM DIRI KITA.
Galatia 5 tidak berbicara tentang karunia. Tetapi tentang Buah Roh.
- Kasih.
- Sukacita.
- Damai sejahtera.
- Kesabaran.
- Kemurahan.
- Kebaikan.
- Kesetiaan.
- Kelemahlembutan.
- Penguasaan diri.
Itulah buah yang lahir dari kehidupan yang sehat.
v35;
Sering kali kita terlalu sibuk menghitung buah orang lain.
- Padahal Tuhan lebih dahulu melihat kondisi kesehatan pohonnya.
Karena pohon yang sehat pasti berbuah.
Sebaliknya… buah plastik memang indah dipandang, tetapi tidak memiliki kehidupan.
Demikian juga pelayanan yang tampak hebat di luar, tetapi tidak lahir dari kehidupan bersama Kristus, kaku dan tidak akan bertahan.
v35;
“Jangan mengejar buah. Kejarlah Kristus. Buah akan mengikuti kehidupan yang tinggal di dalam-Nya.”
“Buah bukan hadiah bagi orang yang sibuk, tetapi hasil alami dari orang yang hidup dekat dengan Yesus.”
v35;
Aplikasi Praktis
Hari ini jangan bertanya,
- “Berapa banyak yang sudah saya lakukan untuk Tuhan?”
Tetapi tanyakan,
- “Apakah hidupku semakin menyerupai Kristus?”
Lihatlah perubahan kecil:
- Apakah saya lebih sabar daripada tahun lalu?
- Apakah saya lebih mudah mengampuni?
- Apakah saya lebih murah hati?
- Apakah saya lebih bijaksana berkata-kata?
- Apakah keluarga saya merasakan perubahan hidup saya?
ITULAH BUAH.
v35;
Doa
“Bapa, jangan biarkan aku hanya mengejar hasil lahiriah.
Tolong aku untuk tetap tinggal di dalam Kristus setiap hari.
Biarlah hidupku menghasilkan buah yang memuliakan nama-Mu, bukan karena usahaku sendiri, tetapi karena kehidupan-Mu mengalir di dalamku. Amin.”