BERTUMBUH – Part 1
PERTUMBUHAN ADALAH PROSES, BUKAN KEAJAIBAN INSTAN
“Orang yang lapar akan makan Firman. Orang yang makan Firman akan membangun akar. Dan akar yang terus bertumbuh tidak akan berhenti di bawah tanah.
Cepat atau lambat, kehidupan yang tersembunyi itu akan muncul ke permukaan sebagai pertumbuhan yang nyata. Itulah yang akan kita pelajari pada Bagian 4: BERTUMBUH.”
Selama ini banyak orang menganggap: Lapar → Makan → Berakar → selesai.
Padahal tujuan akar bukan menjadi akar. Tujuan akar adalah pertumbuhan.
Namun di sinilah masalahnya.
- Banyak orang Kristen sudah puluhan tahun menjadi orang percaya, tetapi mereka bertambah tua tanpa bertambah dewasa.
- Umur rohani tidak selalu sebanding dengan kedewasaan rohani.
Inilah yang akan menjadi fokus Bagian ini. BERTUMBUH.
v35;
PERTUMBUHAN ADALAH PROSES, BUKAN KEAJAIBAN INSTAN
Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita BERTUMBUH DI DALAM SEGALA HAL KE ARAH DIA, KRISTUS, YANG ADALAH KEPALA.
v35;
Pada bagian pertama kita belajar bahwa
- Orang yang sehat akan selalu lapar dan haus akan Tuhan. Kemudian kita belajar bahwa rasa lapar itu harus dipuaskan dengan makan Firman.
- Firman yang dimakan setiap hari kemudian berubah menjadi akar yang semakin dalam.
Tetapi akar bukan tujuan akhir.
Akar bertugas menyalurkan kehidupan agar pohon terus bertumbuh.
Demikian pula kehidupan rohani.
- Tuhan tidak hanya ingin kita memiliki pengalaman rohani.
- Tuhan ingin kita mengalami pertumbuhan rohani.
v35;
Sayangnya…
- Banyak orang berharap hidupnya berubah dalam satu malam.
- Mereka ingin satu doa mengubah karakter.
- Satu kebaktian mengubah kebiasaan.
- Satu konferensi menghilangkan semua kelemahan.
- Padahal Tuhan lebih sering bekerja melalui proses.
Lihatlah seorang bayi.
- Tidak ada orang tua yang panik karena bayinya belum bisa berlari pada usia dua minggu.
- Semua orang tua mengerti…bertumbuh membutuhkan waktu.
Demikian pula Tuhan.
Dia tidak sedang membangun robot. Dia sedang MEMBENTUK MURID.
v35;
Contoh sederhana
Hari Senin…
- Anda masih mudah marah. Tetapi setelah membaca Firman…
- Anda mulai belajar diam.
Belum sempurna.
- Tetapi sedikit lebih baik.
Minggu berikutnya…
- Anda masih kecewa.
- Tetapi kali ini Anda tidak membalas dengan kata-kata kasar.
Masih terluka. Tetapi sudah mulai berubah.
v35;
Bulan berikutnya…
- Anda mulai menikmati saat teduh.
- Doa tidak lagi terasa sebagai kewajiban.
- Mulai menjadi kebutuhan.
v35;
Setahun kemudian…
- Orang lain mulai berkata, “Kamu sekarang berbeda.”
Mengapa?
- Karena pertumbuhan sering kali lebih terlihat oleh orang lain daripada oleh diri kita sendiri.
v35;
Pohon tidak pernah terdengar ketika sedang bertumbuh.
Tetapi setiap hari ia bertambah.
Demikian pula orang yang hidup dalam Firman.
- Perubahannya mungkin tidak spektakuler.
- Tetapi nyata.
v35;
Jangan bandingkan prosesmu dengan orang lain
- Ada pohon mangga.
- Ada pohon jati.
- Ada pohon aras.
- Ada pohon kurma.
Semua bertumbuh dengan kecepatan berbeda.
Tetapi semuanya sehat.
Yang Tuhan cari bukan kecepatan.
Melainkan kehidupan.
v35;
“Pertumbuhan sejati jarang terasa dari hari ke hari, tetapi akan sangat terlihat setelah bertahun-tahun hidup bersama Kristus.”
“Mujizat dapat mengubah keadaan dalam sekejap. Tetapi karakter hampir selalu dibentuk melalui proses.”
v35;
Aplikasi Praktis
Jangan hanya bertanya,
“Mengapa saya belum berubah?”
Cobalah bertanya,
“Apakah hari ini saya sedikit lebih taat daripada kemarin?”
Rayakan pertumbuhan kecil.
- Hari ini lebih sabar.
- Besok lebih rendah hati.
- Lusa lebih mudah mengampuni.
Itulah pertumbuhan.
v35;
Doa
“Bapa, ajarku menghargai proses yang sedang Engkau kerjakan di dalam hidupku.
Jangan biarkan aku putus asa hanya karena aku belum sempurna.
Berikan kesetiaan untuk terus lapar akan Firman, setia memakannya, dan terus bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus. Amin.”