/ BERAKAR - Part 2

DEVOTION 18/07/2026

BERAKAR - Part 2

AKAR YANG DALAM TIDAK TAKUT BADAI

Yeremia 17:7-8

“Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air… yang tidak takut apabila datang panas terik.”

v35;

Mengapa Tuhan begitu menekankan akar?

Karena suatu hari…

  • Setiap pohon pasti menghadapi badai.
  • Tidak ada pohon yang kebal badai.
  • Tidak ada orang percaya yang kebal masalah.

Perbedaan orang percaya bukan pada besar kecilnya badai.

Tetapi pada dalam dangkalnya akar.

v35;

BANYAK ORANG MENGIRA IMAN YANG KUAT TERLIHAT KETIKA BERTERIAK “HALELUYA!”

PADAHAL IMAN YANG KUAT JUSTRU TERLIHAT KETIKA HIDUP SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA.

v35;

Contoh sehari-hari

Orang yang akarnya dangkal…

  • Ketika doa belum dijawab…ia berhenti berdoa.
  • Ketika bisnis merugi…ia berhenti memberi.
  • Ketika dikritik…ia berhenti melayani.
  • Ketika pendetanya mengecewakan…ia meninggalkan Tuhan.
  • Ketika sakit…ia kehilangan pengharapan.

Mengapa?

Karena selama ini yang bertumbuh hanya daun.

Akarnya tidak pernah diperdalam.

Sebaliknya…

  • Orang yang akarnya dalam tetap tenang.
  • Bukan karena masalahnya kecil.
  • Tetapi karena pegangannya kuat.
  • Ia tetap membaca Firman walaupun pikirannya penuh kekhawatiran.
  • Tetap menyembah walaupun air mata mengalir.
  • Tetap memberi walaupun penghasilannya menurun.
  • Tetap mengampuni walaupun hatinya terluka.
  • Tetap berharap walaupun hasil pemeriksaan dokter belum berubah.

v35;

Saya belajar hal ini selama menjalani perjalanan melawan kanker.

Ada masa ketika saya kehilangan selera makan.

Ada masa ketika tubuh terasa sangat lemah.

Tetapi justru pada saat itulah saya melihat apakah puluhan tahun makan Firman benar-benar telah menjadi akar dalam hidup saya.

Badai itu tidak menciptakan akar.

Badai hanya membuktikan apakah akar itu memang sudah ada.

Kalau selama ini kita lapar akan Firman…

setia memakan Firman…

maka pada waktunya Firman itu akan berubah menjadi akar.

Dan ketika badai datang…

yang berbicara bukan lagi emosi kita. Tetapi akar kita.

v35;

“Badai tidak menciptakan akar. Badai hanya memperlihatkan akar yang selama ini sedang bertumbuh.”

“Orang yang setiap hari makan Firman tidak akan mudah tumbang ketika badai kehidupan datang.”

v35;

Aplikasi Praktis

Cobalah mengevaluasi diri dengan pertanyaan sederhana:

  • Ketika masalah datang, kepada siapa saya pertama kali berlari: kepada media sosial, teman, atau Firman Tuhan?
  • Apakah saya mencari Tuhan hanya ketika badai datang, atau sudah membangun akar pada hari-hari biasa?

Minggu ini, pilih satu bentuk ketaatan sederhana yang akan terus Anda lakukan setiap hari. Ingat, akar tidak dibangun oleh tindakan besar yang sesekali, tetapi oleh kesetiaan kecil yang dilakukan berulang-ulang.

v35;

Doa

“Bapa, aku bersyukur karena Engkau tidak hanya ingin hidupku tampak indah di luar, tetapi juga kuat di dalam.

Tanamkan Firman-Mu semakin dalam ke dalam hatiku.

Biarlah setiap hari aku lapar akan Firman, setia memakannya, dan taat melakukannya, sehingga akar hidupku semakin kokoh di dalam Kristus.

Ketika badai datang, jangan biarkan aku tumbang, sebab peganganku bukan pada keadaan, melainkan pada Engkau yang tidak pernah berubah. Dalam nama Yesus. Amin.”

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.