BERAKAR – Part 1
BERAKAR DI DALAM YESUS
Selama ini kita sudah berbicara tentang:
Bagian 1: Lapar dan Haus.
Bagian 2: Makan Firman.
Sekarang kita akan lanjutkan lagi dengan
Bagian 3: Berakar.
Bagian 4: Bertumbuh.
Bagian 5: Berbuah.
Ini penting, ini sebuah mata rantai yang tidak boleh terputus. Semuanya merupakan satu proses biologis.
- Orang yang lapar akan mencari makanan.
- Orang yang makan akan mendapat nutrisi.
- Nutrisi itulah yang membentuk akar.
- Akar itulah yang memberi pertumbuhan.
- Pertumbuhan itulah yang menghasilkan buah.
Artinya…
Akar bukan hasil doa semalam.
Akar adalah akumulasi dari Firman yang dimakan setiap hari.
“AKAR BERTUMBUH DI TEMPAT YANG TIDAK TERLIHAT”
“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu BERAKAR di dalam Dia dan DIBANGUN di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
Pada bagian pertama kita belajar bahwa orang sehat akan selalu lapar dan haus.
Pada bagian kedua kita belajar bahwa rasa lapar itu harus dipuaskan dengan makan Firman, bukan sekadar membaca, tetapi merenungkan, mendengar suara Roh Kudus, lalu melakukannya.
Lalu pertanyaannya…
Ke mana perginya Firman yang kita makan itu?
Jawabannya sederhana.
Firman itu berubah menjadi akar.
Persis seperti makanan yang kita makan.
- Setelah masuk ke dalam tubuh, kita tidak lagi melihat nasi, roti, atau sayuran itu.
- Namun diam-diam tubuh mengubahnya menjadi darah, otot, tulang, dan tenaga.
Demikian pula Firman Tuhan.
Setelah kita baca.
Renungkan.
Taati.
Firman itu tidak berhenti sebagai pengetahuan.
- Firman mulai berubah menjadi karakter.
- Menjadi iman.
- Menjadi kesabaran.
- Menjadi kasih.
- Menjadi integritas.
- Menjadi kehidupan.
Itulah akar.
Akar tidak bertumbuh dalam satu kebaktian.
Akar dibangun oleh ribuan keputusan kecil yang kita ambil setiap hari.
Contoh yang sangat sederhana
Misalnya…
Hari ini Anda membaca Efesus 4:29.
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu.”
Siang harinya Anda hampir membalas WA seseorang dengan kata-kata kasar.
Tetapi Anda teringat Firman tadi pagi.
Lalu Anda menghapus pesan itu.
Tidak ada yang melihat.
Tetapi akar sedang bertumbuh.
Hari berikutnya Anda membaca tentang mengampuni. Sore harinya seseorang menyakiti hati Anda.
Anda memilih mendoakan orang itu.
Tidak ada tepuk tangan.
Tetapi akar sedang bertambah dalam.
Anda membaca tentang memberi. Padahal kondisi keuangan sedang sulit.
Tetapi Anda tetap memberi.
Tidak ada yang tahu.
Namun akar kembali bertumbuh.
Demikian terus…
Hari demi hari.
Tahun demi tahun.
Lama-lama karakter Kristus mulai terlihat.
Orang lain hanya melihat buahnya. Tetapi Tuhan tahu…
semuanya dimulai dari akar.
Sering kali kita ingin hidup kita berubah secara spektakuler.
Padahal Tuhan lebih sering mengubah kita secara perlahan.
Satu ayat.
Satu keputusan.
Satu ketaatan.
Satu hari.
Diulang ribuan kali.
ITULAH BERAKAR
“Akar tidak dibangun oleh pengalaman rohani yang sesekali, tetapi oleh ketaatan kecil yang dilakukan setiap hari.”
“Setiap Firman yang ditaati hari ini sedang membangun akar yang akan menopang hidupmu di masa depan.”
Aplikasi Praktis
Besok pagi…
Jangan buru-buru membaca tiga pasal.
Bacalah satu bagian saja.
Lalu bertanya:
“Kalau Firman ini benar, apa yang harus saya lakukan hari ini?”
Kemudian,
Lakukan satu hal itu.
Tidak perlu besar.
Yang penting ditaati.
Karena akar dibangun oleh ketaatan.
Doa
“Bapa, ajarku bukan hanya mengagumi Firman-Mu, tetapi menaatinya.
Biarlah setiap ayat yang kubaca menjadi kehidupan di dalamku.
Bangunlah akar yang kuat melalui setiap keputusan kecil untuk taat kepada-Mu.
Dalam nama Yesus. Amin.”