MAKAN ROTI HIDUP YAITU FIRMAN TUHAN - Part 2
JANGAN HIDUP DARI “JUNK FOOD” ROHANI
“Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindra yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.”
Setelah menjalani operasi besar dan kemoterapi, dokter tidak hanya berkata bahwa saya harus makan. Beliau juga sangat memperhatikan apa yang boleh dan yang tidak boleh saya makan.
Tidak semua makanan baik untuk proses pemulihan.
Ada makanan yang hanya memberikan rasa nikmat sesaat, tetapi hampir tidak memiliki nilai gizi.
Tubuh membutuhkan makanan yang mengandung nutrisi agar benar-benar pulih.
Kehidupan rohani pun demikian.
Banyak orang Kristen setiap hari mengkonsumsi begitu banyak “makanan rohani”, tetapi sedikit sekali yang benar-benar memberi nutrisi bagi roh mereka.
Ada yang setiap hari menonton video rohani, mendengar renungan singkat, membaca kutipan inspiratif, atau mendengarkan khotbah motivasi. Semua itu bisa menjadi berkat.
Namun jika hanya berhenti di sana, tanpa pernah menggali Firman Tuhan lebih dalam, lama-kelamaan kita akan mengalami kekurangan nutrisi rohani.
Tidak semua yang berlabel “rohani” otomatis membuat kita dewasa.
- Ada makanan rohani yang bergizi.
- Ada pula makanan rohani yang hanya menyenangkan selera.
JUNK FOOD rasanya enak, cepat dinikmati, tetapi tidak cukup membangun tubuh bahkan kadang justru merusak kesehatan tubuh..
Demikian pula ada “junk food” rohani yang hanya memuaskan emosi, tetapi tidak membangun karakter Kristus.
Beberapa contoh “junk food” rohani
Misalnya:
Renungan yang hanya membuat kita merasa nyaman, tetapi tidak pernah mengajak kita bertobat.
Setiap hari isinya hanya:
- “Tuhan pasti memberkati.”
- “Kamu pasti berhasil.”
- “Hari ini mujizat datang.”
Semuanya terdengar indah. Tetapi tidak pernah berbicara tentang kekudusan, ketaatan, salib, atau pertobatan.
Khotbah yang hanya memotivasi jiwa tetapi tidak memberi makan roh.
- Pendengar dibuat tertawa.
- Dibangkitkan emosinya.
- Pulang dengan semangat.
- Namun seminggu kemudian tidak ada perubahan karakter.
Firman tidak menusuk hati. Tidak ada panggilan untuk berubah.
Konten rohani yang hanya mengejar sensasi.
Misalnya lebih tertarik pada:
- nubuat-nubuat yang tidak aplikatif, tidak membumi, hanya membawa kita melayang di awan-awan,
- kisah-kisah spektakuler,
- mujizat demi mujizat,
tetapi jarang membahas bagaimana:
- membangun karakter Kristus,
- mengasihi musuh,
- menyangkal diri,
- memikul salib,
- hidup kudus,
- mengampuni.
HANYA MEMBUAT ORANG SEMAKIN PENASARAN, TETAPI TIDAK SEMAKIN DEWASA.
Ayat yang selalu dipakai di luar konteks hanya untuk mendukung keinginan kita.
- Firman Tuhan diperlakukan seperti kumpulan slogan penyemangat.
- Padahal Firman diberikan untuk membentuk hidup, bukan sekadar memperbaiki suasana hati.
Terlalu banyak quotes, terlalu sedikit Alkitab.
- Hari ini banyak orang lebih ingat perkataan motivator Kristen daripada perkataan Yesus sendiri.
- Padahal kutipan dapat menginspirasi.
- Tetapi hanya Firman Tuhan yang mentransformasi.
Makanan bergizi memang tidak selalu manis
Makanan sehat tidak selalu selezat makanan cepat saji.
Demikian pula Firman Tuhan.
- Kadang Firman menghibur.
- Kadang Firman menegur.
- Kadang Firman membongkar dosa.
- Kadang Firman memanggil kita menyangkal diri.
Namun justru Firman seperti itulah yang mendewasakan.
Paulus berkata,
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:16)
Perhatikan urutannya.
- Bukan hanya menghibur.
- Firman juga menegur.
- Memperbaiki.
- Mendidik.
- Membentuk.
Itulah nutrisi rohani yang sejati.
“Tidak semua makanan rohani bergizi. Ada yang hanya mengenyangkan emosi, tetapi membiarkan roh tetap kekurangan nutrisi.”
“Firman yang selalu membuat kita nyaman belum tentu membuat kita bertumbuh. Firman yang sejati kadang menghibur, tetapi juga berani menegur dan mengubah.”
Aplikasi Praktis
Hari ini evaluasilah “menu rohani” Anda.
Tanyakan kepada dirimu:
- Apakah saya lebih banyak mendengar Firman atau hanya quotes rohani?
- Apakah khotbah yang saya sukai hanya membuat saya merasa senang, atau juga menantang saya untuk bertobat dan berubah?
- Apakah saya lebih mengenal suara influencer daripada suara Yesus di dalam Alkitab?
- Apakah saya menyediakan waktu untuk mempelajari Firman secara utuh, bukan hanya ayat-ayat yang saya sukai?
Usahakan agar pola makan rohani Anda seimbang:
- nikmati renungan dan kesaksian sebagai pelengkap, tetapi
- jadikan pembacaan Alkitab yang mendalam sebagai makanan utama.
Doa
“Bapa, berikan aku hikmat untuk memilih makanan rohani yang membangun. Jangan biarkan aku hanya mencari Firman yang menyenangkan telinga tetapi menjauhkan aku dari kebenaran yang mengubah hidup. Berilah aku hati yang rela diajar, ditegur, diperbaiki, dan dibentuk oleh Firman-Mu, sehingga aku bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus. Amin.”