MAKAN ROTI HIDUP YAITU FIRMAN TUHAN - Part 1
FIRMAN TUHAN ADALAH NUTRISI ROHANI
Matius 4:4 “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
Ketika menjalani kemoterapi, ada hari-hari di mana saya sama sekali tidak ingin makan, Dokter terus berkata, “Bapak harus makan.”
Mengapa?
Karena tubuh membutuhkan nutrisi, bukan sekedar rasa kenyang.
Saya kemudian menyadari bahwa MAKAN bukanlah tujuan akhir.
- Makanan harus masuk ke dalam mulut.
- Kemudian dikunyah.
- Dicerna.
- Diserap.
Barulah berubah menjadi energi yang menghidupkan tubuh.
Kalau makanan hanya masuk ke mulut lalu dimuntahkan kembali, tubuh tetap kekurangan nutrisi. Kalau tidak dikunya dan langsung telan bisa merusak lambung dan nutrisi tidak banyak yang bisa terserap.
Bukankah demikian juga kehidupan rohani?
Banyak orang berkata, “Saya sudah baca Alkitab hari ini.”
Tetapi sesungguhnya mereka baru membaca , belum memakan Firman.
- Membaca Firman bukanlah tujuan.
- Firman harus masuk ke dalam hati.
- Kemudian direnungkan.
- Dipikirkan berulang-ulang.
- Didoakan.
- Ditaati.
Barulah Firman itu berubah menjadi kehidupan.
Itulah sebabnya Yosua 1:8 berkata, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam… ”
Perhatikan urutannya.
- Bukan hanya membaca.
- Tetapi merenungkan .
Kata “merenungkan” dalam bahasa Ibrani (hagah) berarti mengumandangkan, mengulang-ulang, memikirkan terus-menerus.
Seperti seekor sapi yang memamah biak makanannya.
Sapi itu tidak hanya makan rumput. Ia mengunyahnya kembali sampai seluruh nutrisinya terserap.
Begitu pula Firman Tuhan.
Semakin direnungkan, semakin Roh Kudus membuka pengertiannya.
Lalu Firman itu menjadi rhema . Firman yang sebelumnya hanya kita baca, tiba-tiba berbicara secara pribadi kepada kita.
Rhema bukan Firman yang berbeda dari Alkitab.
Rhema adalah Firman Tuhan yang diterangi Roh Kudus sehingga menjadi hidup dan relevan bagi keadaan kita saat itu.
Firman yang sudah menjadi rhema tidak berhenti di pikiran.
- Ia mulai mengubah cara berpikir.
- Mengubah cara berbicara.
- Mengubah keputusan.
- Mengubah karakter.
- Mengubah seluruh kehidupan.
Inilah yang dimaksud Yesus ketika berkata, “Manusia hidup bukan dari roti saja.”
Bukan sekadar membaca Firman yang membuat kita hidup.
Tetapi Firman yang masuk ke dalam hati dan mengubah hidup kita.
Bagaimana caranya “memakan Firman”?
Ada empat langkah sederhana:
1. Bacalah Firman.
Kenali apa yang sebenarnya dikatakan ayat itu.
2. Renungkan Firman.
Tanyakan: “Apa yang Tuhan sedang ajarkan kepadaku?”
Jangan terburu-buru menutup Alkitab. Biarkan Firman itu tinggal di dalam hati.
3. Dengarkan suara Roh Kudus.
Mintalah Roh Kudus menerangi Firman sehingga menjadi rhema yang berbicara secara pribadi.
Sering kali satu ayat saja sudah cukup untuk mengubah seluruh arah hidup seseorang.
4. Lakukan Firman.
Yakobus berkata, “Jadilah pelaku Firman dan bukan hanya pendengar.” (Yakobus 1:22)
- Firman yang ditaati akan menghasilkan kehidupan.
- Firman yang hanya dikagumi akan berhenti menjadi pengetahuan.
“Membaca Firman memenuhi pikiran”.
“Merenungkan Firman memenuhi hati”.
“Melakukan Firman mengubah kehidupan.”
- Firman yang hanya dibaca menambah pengetahuan.
- Firman yang direnungkan menjadi rhema.
- Firman yang ditaati menghasilkan transformasi.”
______________
Aplikasi Praktis
Mulai besok, jangan hanya mengejar banyak pasal.
Lebih baik satu ayat yang benar-benar Anda “makan” daripada lima pasal yang hanya lewat di mata.
Setelah membaca, berhentilah sejenak dan tanyakan kepada dirimu:
- Apa yang saya pelajari tentang Tuhan?
- Apa yang Roh Kudus sedang katakan kepada saya?
- Bagian mana dari hidup saya yang harus berubah?
- Apa satu tindakan nyata yang akan saya lakukan hari ini sebagai respons terhadap Firman ini?
Jika perlu, tuliskan rhema itu dalam buku catatan dan ulangi sepanjang hari.
Firman yang terus diingat akan semakin berakar di dalam hati.
“Nutrisi yang hanya masuk sekali tidak akan mengubah tubuh. Demikian pula Firman yang hanya dibaca sesekali tidak akan mengubah hidup.
Tetapi Firman yang terus-menerus dimakan, direnungkan, dan ditaati akan perlahan-lahan membangun akar yang semakin dalam.
Dari akar itulah pertumbuhan sejati dimulai.”
Doa
“Bapa, jangan biarkan aku puas hanya membaca Firman-Mu. Ajarku untuk memakannya, merenungkannya, mendengarkan suara Roh Kudus, dan melakukannya. Biarlah Firman-Mu bukan hanya menambah pengetahuanku, tetapi mengubah seluruh hidupku. Jadikan setiap kali aku membuka Alkitab sebagai perjumpaan dengan-Mu yang hidup. Dalam nama Yesus. Amin.”