KETIKA SELERA ROHANI MULAI MENGHILANG
Penyakit yang paling berbahaya sering kali berkembang tanpa gejala yang mencolok.
• Seseorang dapat tetap aktif melayani,
• tetap menghadiri ibadah,
• bahkan tetap memimpin kelompok Cell.
Namun jauh di dalam hatinya, rasa haus akan Tuhan mulai MENGERING.
• Awalnya hanya melewatkan/skip waktu teduh sekali-sekali.
• Lalu doa menjadi semakin singkat.
• Firman mulai terasa membosankan.
• Penyembahan menjadi rutinitas.
• Tidak ada lagi air mata.
• Tidak ada lagi kekaguman kepada Tuhan.
PERUBAHAN ITU BEGITU PERLAHAN SEHINGGA SERING TIDAK DISADARI.
Sama seperti kanker yang diam-diam bertumbuh sebelum akhirnya menunjukkan gejalanya,
kehilangan rasa lapar dan haus akan Tuhan juga sering berlangsung tanpa disadari.
Orang yang masih lapar dan haus memiliki harapan untuk terus hidup.
Karena itu Daud tidak meminta harta, kuasa, atau kemenangan. Ia menjaga roh yang lapar dan haus akan Tuhan. Ia berkata, “Jiwaku haus kepada-Mu.”
Dan Yesus mengkonfirmasi _“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”_. (Matius 5:6).
Kata di puaskan -_chortazoM2;_-; artinya _Semua yang di perlukan akan di supply oleh Tuhan._ Makanya Daud bersaksi _“TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Mazmur 23:1).
Kata kuncinya adalah LAPAR DAN HAUS akan Tuhan.
“Sakit rohani sering kali tidak dimulai ketika kita meninggalkan gereja, tetapi ketika hati mulai kehilangan kerinduan kepada Tuhan.”
________________________________________
Beberapa penyebab SELERA ROHANI BISA HILANG?
1. Terlalu banyak mengkonsumsi “JUNK FOOD” rohani -> Harus di kurangi dan di seleksi.
• Khotbah-khotbah yang dangkal, kebanyakan lelucon, menghibur tapi tidak mendewasakan.
• Media sosial.
• Konten tanpa henti.
• Hati menjadi kenyang oleh hal-hal yang tidak memberi kehidupan.
Seperti anak kecil yang makan permen sepanjang hari. Saat makan malam…sudah tidak lapar.
2. Ada dosa yang dipelihara atau di sembunyikan. -> Harus di amputasi dan di buang.
• Dosa membuat hati kehilangan sensitivitas.
• Firman tidak lagi terasa nikmat.
3. Kepahitan -> Harus di “kemoterapi”.
• Kepahitan merusak nafsu makan rohani.
• Orang mulai sulit menikmati hadirat Tuhan.
4. Rutinitas agama -> Harus di lawan.
• Datang ke gereja.
• Pulang.
• Datang lagi.
• TANPA PERNAH BERTEMU TUHAN.
v35;
Kabar baiknya. Selera bisa dipulihkan.
Saya menjadi saksi.
Sesudah kemoterapi selesai…perlahan-lahan selera makan saya kembali.
• Hari pertama sedikit.
• Hari kedua lebih banyak.
• Hari demi hari tubuh mulai pulih.
Mengapa? Karena tubuh sedang disembuhkan.
Tapi saya harus menjalani terapi, minum obat dan yang utama harus berjuang mengalahkan rasa tidak ingin makan. Yaitu dengan cara berusaha untuk makan, kunyah dan telan.
Demikian juga secara rohani.
Roh Kudus mau menyembuhkan rohani kita… Tapi kita perlu lakukan bagian kita, berjuang melawan selera rohani yang hilang. Sisihkan waktu untuk merenungkan Firman Tuhan, berdoa minta roh kudus memberi pengertian akan Firman yang kita baca.
Maka lambat laun
• Rasa lapar itu akan kembali.
• Kita mulai semakin rindu Firman.
• Mulai rindu doa.
• Mulai rindu penyembahan.
• Mulai menikmati hadirat Tuhan.
Bukan dipaksa. Tetapi karena lapar dan haus.
v35;
“Yang paling saya takutkan bukan ketika seseorang berhenti datang ke gereja.
Yang paling saya takutkan adalah ketika seseorang masih setia duduk di bangku gereja, tetapi sudah kehilangan rasa lapar dan haus akan Tuhan.
Karena orang yang kehilangan rasa lapar mungkin masih terlihat hidup. Tetapi sebenarnya sedang menuju kematian.”
Perenungan pribadi:
1. Kapan terakhir kali Firman Tuhan benar-benar membuat saya haus untuk mengenal-Nya lebih dalam?
2. Apakah saya membaca Alkitab karena kewajiban, atau karena kerinduan?
3. Apakah akar rohani saya sedang bertambah dalam, atau justru berhenti bertumbuh?
4. Buah apa yang terlihat dalam hidup saya sebagai hasil tinggal di dalam Kristus?
“Buah bukan dimulai dari cabang, tetapi dari selera. Ketika rasa lapar dan haus akan Tuhan hilang, proses kehidupan rohani berhenti.
Orang yang lapar akan MEMBACA dan MERENUNGKAN Firman Tuhan; Merekalah yang akan berakar; yang berakar akan bertumbuh; dan yang bertumbuh pada waktunya akan berbuah.”
Jangan merasa puas hanya karena merasa, “saya masih setia ke gereja?” tapi Tanya pada dirimu, “Apakah hati saya masih menikmati hadirat Tuhan?”
___________________________________
Doa
“Tuhan, jangan biarkan aku hidup hanya dengan kebiasaan rohani.
Jadikan setiap perjumpaan dengan-Mu selalu baru dan penuh kerinduan.”