/ LAPAR DAN HAUS - Part 1

DEVOTION 13/07/2026

LAPAR DAN HAUS – Part 1

RASA LAPAR ADALAH TANDA KEHIDUPAN

Matius 5:6

“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.”

Ada satu pelajaran yang Tuhan ajarkan kepada saya melalui perjalanan melawan kanker.

Selama menjalani kemoterapi, saya kehilangan hampir seluruh selera makan. Bahkan rasa haus pun seakan menghilang.

Makanan terenak sekalipun tidak mampu membangkitkan keinginan untuk makan.

Bukan karena tubuh saya tidak membutuhkan makanan, tetapi justru karena tubuh saya sedang sakit.

Dokter berkata, “Bapak, harus makan.”

Kenapa? karena saya akan semakin lemah bila berhenti makan.

Saat itulah saya menyadari bukanlah makanan tidak tersedia, atau tidak enak melainkan hilangnya rasa lapar.

Bukankah hal yang sama sering terjadi secara rohani?

  • Firman Tuhan tersedia.
  • Alkitab ada di tangan kita.
  • Ibadah dapat diikuti hampir setiap hari.
  • Namun banyak orang tidak lagi merasa lapar.

Mereka datang ke gereja, tetapi tidak lagi datang kepada Tuhan.

Mereka membaca Firman, tetapi hanya rutinitas namun tidak lagi menikmatinya karena mereka tidak ada rasa lapar dan haus untuk merenungkan sampai menemukan apa pesan Tuhan untuk dirinya secara pribadi (Rhema).

---

LAPAR DAN HAUS YANG HILANG Pertanda Rohanimu sedang sakit

  • Masih datang ke gereja.
  • Masih menyanyi.
  • Masih melayani.
  • Tetapi tidak lagi lapar.
  • Tidak lagi haus.
  • Baca Firman hanya menjadi rutinitas.
  • Doa hanya menjadi kewajiban.
  • Ibadah menjadi tradisi.

---

  • Orang sehat pasti lapar.
  • Orang sehat pasti haus.

Daud berkata “Jiwaku haus kepada-Mu (Mazmur 63:2)

Daud tidak berkata: “Aku wajib mencari Tuhan.” Tetapi “AKU HAUS.”

“Seperti rusa merindukan sungai yang berair…” (Mazmur 42:2-3)

---

Yesus berkata “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran.” (Matius 5:6)

Yesus tidak berkata: Berbahagialah yang rajin ke gereja, rajin baca Alkitab. Tetapi orang yang lapar dan haus akan kebenaran.

Dan kebenaran itulah Rhema yang mengandung nutrisi rohani yang dibutuhkan untuk berakar.

Kalau tidak ada nutrisi… akar berhenti berkembang.

Kolose 2:6-7 “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia…”

Kenapa? Supaya engkau bertumbuh dan berbuah.

Tanpa nutrisi rohani Ibrani 5 berkata engkau tidak lebih dari seorang BAYI TUA.

Banyak orang ingin hidupnya berubah. Tetapi tidak mau merenungkan Firman.

Padahal Pertumbuhan bukan hasil mujizat instan.

Pertumbuhan adalah hasil nutrisi yang terus-menerus kita temukan dalam Firman Tuhan.

---

Mazmur 1:2-3 “..yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang MERENUNGKAN Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Urutannya jelas.

  • Air (FIRMAN TUHAN yang direnungkan)
  • Akar —> (Iman)
  • Pertumbuhan —> (Perubahan karakter)
  • Buah —>(Perubahan prilaku) Galatia 5:22
  • Kasih,
  • Sukacita,
  • Damai sejahtera,
  • Kesabaran,
  • Kemurahan,
  • Kebaikan,
  • Kesetiaan.

---

Pesan hari ini.

  • Baca Firman itu sangat penting dan wajib.
  • Tetapi yang lebih penting adalah merenungkan apa yang Anda baca dan temukan apa perintah Tuhan dalam Firman itu yang Ia mau engkau taati.

“Bahaya terbesar bukan ketika Firman Tuhan sulit ditemukan, tetapi ketika hati tidak lagi haus dan lapar untuk menggali Firman itu.”

Hari ini, tanyakan kepada diri sendiri:

  • Kapan terakhir kali saya benar-benar merindukan Firman Tuhan, bukan karena kewajiban, tetapi karena kebutuhan?
  • Apakah Anda masih punya rasa lapar dan haus akan kebenaran Firman-Nya untuk mengubah hidupmu? Kalau rasa itu mulai memudar, segera datang kepada Dokter Roh kudus dan lakukan SPIRITUAL CHECK UP.

---

Doa

“Tuhan, bila rasa laparku mulai memudar, jangan biarkan aku terbiasa dengan keadaan itu. Bangkitkan kembali kerinduan untuk mencari Engkau lebih dari apa pun.”

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.