/ DEODAR CEDAR (Part 2)

DEVOTION 05/07/2026

DEODAR CEDAR (Part 2)

PUJIAN YANG TIDAK BISA DI BUNGKAM OLEH BADAI

“Sekalipun pohon ara tidak berbunga… namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN.” (Habakuk 3:17–18)

Nama Deodar berasal dari bahasa Sanskerta, Devadaru, yang berarti “Pohon Tuhan / pohpn Dewa” atau “Kayu milik Tuhan.”

Betapa indah makna ini.

Pohon yang terkenal “bernyanyi” justru disebut sebagai pohon milik Tuhan.

Ada pesan rohani yang sangat dalam di sini.

Orang yang benar-benar menjadi milik Tuhan akan memiliki lagu yang tidak bergantung pada keadaan.

Dunia bernyanyi karena sedang bahagia.

Tetapi anak-anak Tuhan bernyanyi karena mereka mengenal siapa Bapa mereka.

Ada perbedaan besar antara sukacita dunia dan sukacita Kerajaan Allah.

  • Sukacita dunia berasal dari situasi.
  • Sukacita Kerajaan berasal dari hadirat Allah.

Itulah sebabnya Paulus menulis surat yang penuh sukacita justru dari dalam penjara.

  • Tubuhnya dipenjara.
  • Tetapi lagu di hatinya tidak pernah dipenjara.

  • Musuh dapat mengambil kesehatan.
  • Musuh dapat mengambil pekerjaan.
  • Musuh dapat mengambil harta.
  • Bahkan orang-orang yang kita kasihi dapat dipanggil Tuhan terlebih dahulu.

Tetapi tidak ada seorang pun yang dapat mencuri lagu penyembahan yang lahir dari hubungan intim dengan Kristus.

Semakin dalam akar seseorang di dalam Tuhan, semakin bebas jiwanya menyanyi sekalipun badai belum berlalu.

Justru pada saat dunia bertanya,

“Mengapa engkau masih bisa memuji Tuhan?”

Di situlah kesaksian terbesar sedang dinyatakan.

Dunia tidak membutuhkan orang percaya yang hanya bersaksi ketika semuanya baik-baik saja.

Dunia sedang menantikan orang-orang yang tetap memiliki damai sejahtera ketika segala sesuatu di sekelilingnya sedang bergoncang.

Itulah lagu yang tidak dapat dipelajari di ruang kelas.

Lagu itu hanya lahir di lembah penderitaan bersama Kristus.

REFLEKSI PRIBADI:

Saat badaimu belum berakhir apakah anda:

  • Tetap datang kepada hadirat Tuhan setiap hari,
  • Terus menaikkan ucapan syukur, meskipun sederhana,
  • Terus melantunkan firman Tuhan lebih keras daripada suara ketakutan,
  • Tetap izinkan Roh Kudus memenuhi hati lebih daripada masalah dan berita-berita yang menyesakkan.

Jangan biarkan badai menentukan nada hidupmu.

Biarkan Roh Kudus menjadi Konduktor yang memimpin setiap lagu penyembahanmu.

Karena pada akhirnya, badai akan berlalu.

Tetapi lagu yang lahir di dalam hadirat Tuhan akan menjadi kesaksian yang menguatkan banyak orang.

“Orang yang paling kuat bukanlah yang berhasil menghentikan badai, melainkan yang tetap dapat menyanyikan penyembahan ketika badai belum juga berlalu.”

Doa

Bapa, jadikan hidupku seperti Deodar Cedar, pohon yang tetap bernyanyi ketika angin pegunungan bertiup. Bentuklah hatiku agar sukacitaku tidak bergantung pada keadaan, melainkan pada hadirat-Mu. Biarlah setiap pencobaan menghasilkan melodi iman yang memuliakan nama-Mu dan menguatkan orang-orang di sekitarku. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.