CYPRUS CEDAR (Bagian 1)
AKAR YANG SALING TERHUBUNG
“Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya.”
Di Pulau Siprus tumbuh salah satu jenis pohon aras yang paling langka: Cyprus Cedar.
Ia tidak tumbuh di lembah yang subur.
Ia memilih hidup di lereng-lereng pegunungan yang terjal, berbatu, dan hanya memiliki lapisan tanah yang tipis.
Pertumbuhannya lambat.
Tingginya tidak semegah Cedar Lebanon.
Namun justru di balik penampilannya yang sederhana, Tuhan menyimpan sebuah pelajaran yang sangat dalam.
Karena hidup di lereng yang curam, Cyprus Cedar mengembangkan sistem akar yang membentang luas.
Dalam ekosistem pegunungan, akar-akar pepohonan saling terhubung di dalam tanah.
Mereka tidak hidup sendiri. Mereka saling menopang, mengikat tanah, mengurangi erosi, dan menjaga agar seluruh lereng tidak longsor ketika badai datang.
Pemandangan itu hampir tidak terlihat dari permukaan.
Namun justru kekuatan terbesar hutan itu berada di bawah tanah.
Begitulah Kerajaan Allah bekerja.
Tuhan tidak pernah merancang orang percaya untuk bertumbuh sendirian.
Sejak awal, Allah berkata,
“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri.” (Kejadian 2:18)
Prinsip itu bukan hanya berbicara tentang pernikahan, tetapi juga tentang kehidupan rohani.
Kekristenan bukanlah perjalanan seorang diri.
Keselamatan memang bersifat pribadi, tetapi pertumbuhan selalu bersifat komunal.
Karena itu Yesus tidak membangun murid yang berjalan sendiri-sendiri.
- Ia membentuk sebuah komunitas.
- Ia membangun tubuh.
- Ia mendirikan gereja.
Hari-hari terakhir ini, salah satu strategi musuh yang paling halus bukanlah penganiayaan, melainkan mengisolasi.
Sedikit demi sedikit seseorang mulai menjauh dari persekutuan.
Ia mungkin masih percaya kepada Tuhan, tetapi tidak lagi mau membuka hidupnya.
- Ia memikul bebannya sendiri.
- Menangis sendiri.
- Berjuang sendiri.
Dan tanpa disadari, akar rohaninya mulai kehilangan jaringan yang selama ini menopangnya.
Iblis mengetahui sebuah rahasia sederhana:
Pohon yang berdiri sendiri jauh lebih mudah tumbang dibandingkan hutan yang akarnya saling terhubung.
Itulah sebabnya gereja tidak boleh dipandang hanya sebagai tempat beribadah setiap hari Minggu.
Gereja adalah jaringan akar.
Dimana Tuhan menghubungkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain.
Sering kali Tuhan tidak langsung menjawab doa melalui mujizat yang spektakuler.
Ia justru mengirim seseorang.
- Seorang sahabat.
- Seorang gembala.
- Seorang mentor.
- Seorang pendoa.
- Seorang saudara seiman.
Mereka menjadi saluran kasih karunia-Nya untuk menopang kita agar tidak runtuh.
Mungkin itulah jawaban doa yang selama ini kita nantikan.
Karena akar yang saling terhubung menciptakan kekuatan yang tidak terlihat, tetapi sanggup menjaga sebuah gunung tetap berdiri.
Jadi, jangan hanya menjadi pengunjung gereja.
- Jadilah bagian dari keluarga rohani.
- Jangan hanya datang lalu pulang.
- Belajarlah membuka hati.
- Belajarlah meminta didoakan.
- Belajarlah menopang orang lain.
Karena saat kita menguatkan sesama, sesungguhnya Tuhan sedang memperkuat akar kita sendiri.
Refleksi pribadi,
- Apakah saya mulai menjauh dari komunitas rohani?
- Adakah beban yang selama ini saya pikul sendirian?
- Siapa yang Tuhan tempatkan untuk menjadi penguat hidup saya?
- Apakah saya juga telah menjadi akar yang menguatkan orang lain?
“Pohon yang berdiri sendiri lebih mudah tumbang. Akar yang terhubung menciptakan kekuatan yang tidak terlihat.”
Namun ada satu pelajaran penting yang juga diajarkan Cyprus Cedar.
Akar memang harus saling terhubung.
Tetapi akar juga harus terhubung pada hutan yang sehat.
TIDAK SEMUA KOMUNITAS MEMBAWA KEHIDUPAN.
Tidak semua persekutuan membawa seseorang semakin dekat kepada Kristus.
- Ada komunitas yang dipenuhi kasih karunia, kerendahan hati, dan kebenaran Firman.
- Namun ada pula komunitas yang dipenuhi kepahitan, persaingan, manipulasi, bahkan ajaran yang menyimpang.
Karena itu, menjadi bagian dari komunitas rohani tidak cukup.
Kita juga memerlukan kepekaan rohani untuk mengenali di mana Tuhan mau kita tertanam.
Rasul Paulus mengingatkan,
“Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33)
Sedangkan penulis Ibrani berkata,
“Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah…” (Ibrani 10:24-25)
KOMUNITAS YANG SEHAT AKAN SELALU MEMILIKI SATU PUSAT, YAITU KRISTUS BUKAN INDIVIDU TERTENTU.
Di sana
- Firman Tuhan dihormati.
- R88;Kasih dipraktikkan.
- R88;Kekudusan dijaga.
- R88;Kerendahan hati dipelihara.
- R88;Dan setiap orang didorong untuk semakin serupa dengan Yesus, bukan bergantung kepada manusia.
Mintalah Roh Kudus memberi kepekaan.
- Jangan memilih komunitas hanya karena nyaman.
- Jangan juga hanya karena ramai.
Tetapi carilah tempat di mana
- Imanmu bertumbuh,
- R88;Karaktermu dibentuk, dan
- R88;Panggilan Tuhan atas hidupmu dipertajam.
Sebab akar yang sehat bukan hanya saling terhubung.
Akar yang sehat harus terhubung kepada kehidupan yang benar.
“JANGAN HANYA MENCARI TEMPAT UNTUK DITERIMA. CARILAH TEMPAT DIMANA FIRMAN MEMBENTUKMU. KASIH MENUMBUHKANMU DAN KRISTUS MENJADI PUSAT HIDUPMU.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak memanggil kami untuk berjalan sendirian. Tanamkan kami dalam komunitas yang sehat, penuh kasih, dan saling membangun. Jauhkan kami dari roh isolasi yang membuat kami menutup diri. Jadikan hidup kami akar yang menguatkan, menghibur, dan menopang orang lain, sehingga tubuh Kristus semakin kokoh menghadapi setiap badai. Dalam nama Yesus. Amin.