POHON ARAS KEDUA - Ketika Ambisi menjadi VISI
Pohon kedua juga mulai gelisah.
Suatu hari ia melihat kapal besar berlayar di lautan.
Kapal itu terlihat gagah, kekar dan kuat. Kapal itu terkenal. Kapal itu berlayar dari pulau ke pulau.
Lalu ia berkata:
"Aku juga ingin seperti itu. Aku tidak mau hanya diam di gunung."
Ia mulai menuduh Tuhan:
"Mengapa hidup orang lain terlihat lebih hebat dan sukses?
Mengapa aku belum dipakai?"
Dan suatu hari para penebang kayu datang.
- Ia ditebang.
- R88;Dibentuk.
- R88;Dipoles.
Dan akhirnya menjadi kapal megah.
- Ia puas.
- Ia merasa berhasil.
- Ia berlayar ke negeri-negeri jauh.
- R88;Ia mengarungi samudra luas.
- R88;Ia dikagumi banyak orang.
Dan dari kejauhan, pohon aras ketiga yang masih berdiri di pegunungan Lebanon melihat semuanya.
Ia melihat sahabatnya akhirnya memperoleh apa yang selama ini diinginkannya.
Pesan Profetik
Mungkin Anda sedang berada di musim gelisah.
Melihat kehidupan orang lain tampak lebih maju, lebih besar, dan lebih berhasil.
Dan mulai bertanya mengapa Tuhan belum membuka jalan yang sama bagiku?
Tetapi Tuhan berkata:
"Jangan biarkan visi lahir dari ambisi akibat membandingkan.
Apa yang Aku rancangkan bagimu tidak dapat diukur dari perjalanan orang lain."
Terkadang apa yang terlihat seperti keterlambatan sebenarnya adalah perlindungan Tuhan.
Dan apa yang terlihat seperti keterbatasan sebenarnya adalah proses pembentukan untuk tujuan yang lebih besar.
"Ketika visi lahir dari membanding-bandingkan, kita mulai kehilangan kemampuan melihat tujuan Tuhan."
“Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.”
Tuhan menghendaki kita fokus pada panggilan dan tanggung jawab pribadi, bukan pada pencapaian orang lain.
“Bunga mawar tidak iri kepada bunga anggrek, dan pohon aras tidak berusaha menjadi pohon korma.
Tuhan menciptakan masing-masing dengan tanggung jawab dan tujuan yang berbeda.
Fokuslah pada tanggung jawab yang Tuhan pecayakan dalam perjalananmu sendiri, sebab Tuhan tidak meminta kita menjadi orang lain. Dia memanggil kita untuk menjadi versi terbaik dari diri yang Dia ciptakan untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah Tuhan percayakan.”
PERIKSA DAN KOREKSI PENCAPAIANMU BUKAN PENCAPAIAN ORANG LAIN.
APAKAH ENGKAU SUDAH MAKSIMAL MELAKUKAN BAGIANMU, DALAM RUMAH TANGGA, PELAYANAN, PEKERJAAN MAUPUN BISNISMU.
ATAU HANYA SIBUK BERSEMBUNYI DIBALIK KEMALASAN DAN SIBUK MEMBENARKAN DIRI DENGAN BEBAGAI ALASAN, MENYALAHKAN ORANG LAIN, MENYALAHKAN KEADAAN BAHKAN MENYALAHKAN TUHAN.
Doa
Bapa di Surga, ampuni kami ketika hati kami mulai iri melihat perjalanan orang lain.
Ajarkan kami untuk percaya bahwa waktu-Mu selalu sempurna dan rencana-Mu selalu baik.
Tolong kami untuk tetap setia dalam proses yang sedang Engkau kerjakan dalam hidup kami.
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Amin.
BERSAMBUNG…