/ KETIKA KEINGINAN JADI REALITAS

DEVOTION 17/06/2026

KETIKA KEINGINAN JADI REALITAS

Pohon pertama mulai mengeluh.

Dari kejauhan ia melihat sebuah istana megah berdiri di kota.

  • Dindingnya indah.
  • Tiangnya gagah.
  • Aromanya harum terbawa angin sampai ke lereng Libanon.

Lalu ia berkata:

“Itu tidak adil…

Kayu aras dari gunung ini dipilih menjadi istana raja, tetapi aku hanya berdiri di gunung tanpa arti.”

Ia mulai iri dengan kehidupan orang lain.

Ia berpikir:

  • Tinggal di gunung berarti dilupakan,
  • Diam dalam proses berarti tidak dipakai Tuhan,
  • menunggu berarti tidak berarti.

Tetapi suatu hari para penebang kayu datang.

Pohon itu ditebang.

Dibawa turun ke kota.

Dan benar…

Ia dijadikan bagian dari istana yang megah.

Ia bangga.

Ia merasa akhirnya keinginannya dikabulkan.

Setiap hari ia melihat para bangsawan berlalu-lalang dengan gagah.

Ia mendengar dirinya di puja-puji manusia.

Ia sangat menikmati kemegahan dunia disekelilingnya.

Dan ia berkata dalam hatinya,

“Akhirnya aku sampai di tempat yang kuinginkan.”

Pengkhotbah 11:9

”Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!”

BERSAMBUNG …

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.