ORANG BENAR SELALU LENTUR TAPI KOKOH MENGHADAPI BADAI HIDUP
Salah satu alasan mengapa Mazmur 92 menggabungkan korma dan aras Lebanon. Keduanya sama-sama bertahan di lingkungan yang keras, tetapi cara mereka menghadapi badai berbeda. Seolah Tuhan sedang menunjukkan dua dimensi kehidupan orang benar.
1. POHON KORMA: MENANG MELALUI KELENTURAN
Pohon Korma tumbuh di daerah:
- Panas,
- Kering,
- Diterpa badai gurun.
Saat badai datang, pohon korma tidak melawan angin.
Batangnya yang berserat akan:
- Melentur,
- Membungkuk,
- Mengikuti arah angin.
Tetapi akarnya yang dalam membuat ia tidak terseret badai. Sesudah badai berlalu, ia kembali tegak.
Rahasianya:
- Bukan kekakuan.
- Tetapi kelenturan.
Pelajaran rohani:
Ada musim di mana Tuhan tidak meminta kita melawan.
Tuhan meminta kita:
- Merendahkan diri,
- Menunggu,
- Bertahan,
- Tetap percaya.
“Korma bertahan bukan karena keras, tetapi karena tahu kapan harus membungkuk.”
2. POHON ARAS LEBANON: MENANG KARENA KEKOKOHANNYA.
Pohon Aras tumbuh di:
- Pegunungan tinggi,
- Lereng batu,
- Tempat bersalju,
- Daerah yang diterpa badai gunung.
Berbeda dengan korma. Saat badai datang:
- Aras tidak banyak membungkuk.
- Ia berdiri kokoh.
Mengapa?
Karena akarnya masuk jauh ke celah-celah BATU KARANG YANG TEGUH.
Yang terlihat hanya batangnya.
Tetapi kekuatannya tersembunyi di bawah permukaan.
Pelajaran rohani:
Ada musim di mana Tuhan berkata:
“Jangan lari. Berdirilah teguh.”
“…dan sesudah kamu melakukan segala sesuatu, tetaplah berdiri teguh.”
“Badai menguji tinggi pohon, tetapi akar menentukan apakah ia tetap berdiri.”
DUA POHON, SATU PELAJARAN.
Keduanya mengajarkan satu prinsip:
“Yang membuat seseorang bertahan bukan apa yang terlihat di atas tanah, tetapi apa yang tertanam di bawah tanah.”
Pesan Tuhan hari ini:
SAAT MENGHADAPI MUSIM KERING:
Jadilah seperti korma.
Tetap berbuah meskipun keadaan sulit.
SAAT MENGHADAPI MUSIM BADAI:
Jadilah seperti pohon aras.
Tetap berdiri meskipun dunia terguncang.
Karena orang benar dipanggil memiliki keduanya:
Hati yang lentur seperti korma dan akar yang kuat seperti aras.
“Korma mengajar kita tetap berbuah dalam kekeringan. Aras mengajar kita tetap berdiri dalam badai. Orang benar membutuhkan keduanya.”
Dan itulah keindahan Mazmur 92:13-15. Tuhan tidak hanya ingin umat-Nya produktif seperti korma, tetapi juga kokoh seperti aras Lebanon, sehingga pada masa tua pun mereka masih tetap berbuah, segar, dan kuat.