/ TUMBUH SUBUR SEPERTI POHON ARAS

DEVOTION 12/06/2026

TUMBUH SUBUR SEPERTI POHON ARAS

Pendahuluan

“Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon.”

Mazmur 92:13

Pernahkah kita bertanya mengapa Tuhan tidak hanya memakai satu pohon untuk menggambarkan orang benar?

Mengapa harus pohon korma dan aras?

Sebelum kita berbicara secara spesifik tentang Pohon Aras, saya ingin kita melihat dua kebenaran tentang kenapa Korma dan Aras di pakai Tuhan untuk menggambarkan kehidupan orang benar.

Keduanya tumbuh dilingkungan yang keras dan sulit. Korma di padang gurun yang kering, Aras dipuncak gunung batu cadas yang nyaris tidak ada tanahnya.

Tapi kenapa mereka bisa hidup dan produktif?

Karena, mereka hidup dari dua sumber kekuatan.

Keduanya sama-sama hidup, bertumbuh, dan kuat, tetapi cara mereka menerima kehidupan berbeda.

  • Korma mencari air ke bawah.
  • Aras menerima embun dari atas.

POHON KORMA, hidup di gurun.

Ketika permukaan tanah kering dan panas, ia tidak menyerah.

Ia mengirimkan akarnya semakin dalam mencari sumber air yang tersembunyi.

Semakin keras musimnya, semakin dalam akarnya.

Pesan buat kita:

Ada musim ketika Tuhan tidak mengubah keadaan di sekitar kita.

  • Langit terasa tertutup.
  • Jawaban doa terasa lambat.
  • Situasi tidak berubah.

Pada musim seperti itu Tuhan berkata:

“Masuklah lebih dalam.”

  • Dalam doa,
  • Dalam penyembahan,
  • Dalam firman Tuhan,
  • Dalam persekutuan dengan Roh Kudus.

Krisis bukan waktunya menjauh dari Tuhan.

Krisis adalah waktunya menggali lebih dalam.

Banyak orang hanya mengenal Tuhan di permukaan.

Tetapi ketika badai gurun datang, mereka mulai menemukan sumber air yang selama ini tersembunyi.

Dimasa sukar ini Tuhan sedang memanggil gereja untuk meninggalkan kekristenan yang dangkal.

Akarmu harus masuk lebih dalam daripada sebelumnya.

Karena musim yang akan datang membutuhkan akar yang lebih dalam.

POHON ARAS

Pohon aras tumbuh di pegunungan BERBATU CADAS yang tinggi.

Ia sering menerima embun dan kelembapan dari langit.

Bahkan ketika hujan tidak turun, embun pagi menjadi sumber kehidupannya.

Embun dalam Alkitab sering menjadi simbol:

  • Hadirat Tuhan,
  • Penyegaran Roh Kudus,
  • Kemurahan Tuhan,
  • Pengurapan dari surga.

Ada musim ketika Tuhan tidak meminta kita menggali lebih dalam.

Ada musim ketika Tuhan berkata:

“Diamlah di hadirat-Ku dan terimalah dari-Ku.”

  • Seperti Maria yang duduk di kaki Yesus.
  • Seperti para murid yang menunggu di loteng atas.
  • Seperti Gideon yang menantikan embun di atas guntingan bulu.

Ada kekuatan Supranatural yang tidak berasal dari usaha manusia.

Ada penyegaran yang hanya bisa datang dari surga.

Dimasa sukar saat ini, Tuhan sedang mencurahkan embun Roh Kudus kepada umat-Nya.

Banyak orang mencoba bertahan dengan kekuatan sendiri.

Padahal Tuhan hanya ingin mereka hidup dari hadirat-Nya.

GABUNGAN KORMA DAN ARAS

Mazmur 92 tidak memilih salah satu.

Tuhan memilih keduanya.

Korma berkata:

“Carilah Tuhan lebih dalam.”

Aras berkata:

“Terimalah dari Tuhan lebih banyak.”

  • Korma berbicara tentang disiplin rohani.
  • Aras berbicara tentang anugerah ilahi.

  • Korma berbicara tentang pencarian.
  • Aras berbicara tentang penerimaan.

  • Korma berbicara tentang air.
  • Aras berbicara tentang embun.

Pesan Profetik untuk Zaman Ini

Kita sedang hidup dalam masa yang penuh goncangan.

  • Krisis ekonomi.
  • Krisis moral.
  • Krisis global.
  • Krisis rohani.

Dalam musim seperti ini Tuhan sedang membawa umat-Nya kedalam dua dimensi kehidupan orang benar:

  1. DIMENSI KORMA

yang akarnya masuk semakin dalam ke dalam hadirat Tuhan.

  1. DIMENSI ARAS

yang hidup dari embun Roh Kudus yang turun dari surga.

Mereka tidak hidup dari keadaan.

Mereka hidup dari sumber yang tidak dapat dijangkau dunia.

Karena itu ketika dunia menjadi semakin kering,

“…daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Yeremia 17:8b)

Ketika dunia kehilangan pengharapan, mereka tetap berbuah.

Ketika dunia terguncang, mereka tetap berdiri.

“Korma mengajarkan kita menggali lebih dalam ketika bumi menjadi kering.

Aras mengajarkan kita menerima lebih banyak ketika surga menurunkan embun.”

Orang benar hidup dari keduanya: akar yang mencari Tuhan dan hati yang menerima dari Tuhan.”

“Di musim krisis, Tuhan sedang memperdalam akar korma dan memperbanyak embun aras, supaya umat-Nya tetap berbuah dan tetap berdiri.”

Doa

Bapa Surgawi,

Terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Jadikan kami seperti pohon korma yang berakar dalam mencari sumber kehidupan dari-Mu, dan seperti pohon aras yang menerima embun penyegaran dari hadirat-Mu.

Di tengah krisis dan goncangan dunia, teguhkan iman kami, kuatkan hati kami, dan mampukan kami tetap berbuah bagi kemuliaan nama-Mu. Biarlah hidup kami menjadi kesaksian tentang kasih, kuasa, dan kesetiaan-Mu.

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.

Amin.

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.