BERAKAR, BERTUMBUH, BERBUAH, DAN BERTUNAS DI TENGAH BADAI GLOBAL
Dunia Sedang Diguncang.
Kita hidup di zaman yang ditandai oleh krisis multidimensi:
- Ketidakpastian ekonomi global.
- Konflik geopolitik dan peperangan.
- Krisis moral dan identitas.
- Perubahan teknologi yang sangat cepat.
- Tekanan mental dan emosional.
- Bencana alam yang semakin sering.
Banyak orang bertanya:
“Apa yang akan terjadi selanjutnya?”
Tetapi pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Bagaimana umat Tuhan harus hidup di tengah musim ini?”
Tuhan tidak pernah berjanji bahwa tidak akan ada badai.
Tetapi Tuhan berjanji bahwa orang benar yang berakar akan tetap berdiri teguh bahkan berbuah dan bertunas di tengah badai.
Yerusalem pada zaman Hizkia sedang berada di bawah ancaman besar kerajaan Asyur.
Secara manusia:
- Tidak ada harapan.
- Tidak ada kekuatan militer yang cukup.
- Tidak ada jalan keluar.
Tetapi justru dalam tekanan itu Tuhan memberikan janji:
“Dan orang-orang yang terluput di antara kaum Yehuda, yaitu orang-orang yang masih tertinggal, akan berakar pula ke bawah dan menghasilkan buah ke atas.”
Perhatikan urutannya:
Akar dulu. Buah kemudian.
Dunia mengejar hasil.
Tuhan mu kita mengejar kedalaman.
Musim krisis adalah musim Tuhan memperdalam akar umat-Nya.
Akar berbicara tentang:
- Intimasi dengan Tuhan.
- Kehidupan doa.
- Ketergantungan kepada Roh Kudus.
- Fondasi Firman.
Pohon yang akarnya dangkal tumbang saat badai datang.
Tetapi pohon yang akarnya dalam justru semakin kuat setelah badai.
Pertanyaan buat kita:
Apakah akar iman kita lebih dalam daripada ketakutan kita?
Musim sulit bukan bukti Tuhan meninggalkan kita.
Sering kali itu bukti Tuhan sedang memperbesar kapasitas kita.
Jangan mengukur masa depan dari keadaan sekarang.
Ukur masa depan dari janji Tuhan.
Apa yang terlihat seperti keterbatasan bisa menjadi tempat kelahiran terobosan berikutnya.
RESPONS YANG TUHAN CARI:
IMAN DAN KETAATAN
Di tengah badai global, Tuhan tidak meminta umat-Nya mengetahui semua jawaban.
Tuhan meminta dua hal:
1. Iman
Iman berkata:
“Saya tidak mengerti semuanya, tetapi saya percaya Tuhan memegang masa depan.”
2. Ketaatan
Ketaatan berkata:
“Walaupun saya belum melihat hasilnya, saya tetap melangkah sesuai Firman.”
- Iman tanpa ketaatan hanyalah teori.
- Ketaatan adalah bukti iman yang hidup.
Jangan panik melihat badai.
Jangan kehilangan fokus karena berita.
Jangan mengukur kuasa Tuhan dari keadaan ekonomi.
Jangan mengukur janji Tuhan dari situasi politik.
Tuhan sedang mempersiapkan umat yang:
- Berakar lebih dalam.
- Bertumbuh lebih kuat.
- Berbuah lebih lebat.
- Bertunas lebih segar.
Badai mungkin semakin besar.
Tetapi akar umat Tuhan juga sedang semakin dalam.
Dan ketika akar semakin dalam, buah akan semakin banyak.
Doa
“Bapa di dalam nama Yesus, kami menyerahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu. Di tengah badai krisis global, ketidakpastian ekonomi, dan guncangan bangsa-bangsa, jadikan kami umat yang berakar dalam Firman dan Roh-Mu. Berikan kami iman yang tidak mudah goyah dan ketaatan yang tidak bergantung pada keadaan. Biarlah kami bertumbuh dalam karakter, berbuah dalam pelayanan, dan bertunas kembali dalam pengharapan. Pakailah gereja-Mu menjadi terang bagi dunia yang gelap dan menjadi jawaban bagi generasi ini. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.”