TUHAN TIDAK MEMANGGIL KITA MENJADI RUMPUT
“Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon.” — Mazmur 92:13
Rumput tumbuh cepat. Setelah hujan turun, rumput segera menghijau. Berbunga lebih cepat, warna lebih mempesona, harumnya semerbak memenuhi lembah di pagi hari.
Tetapi ketika panas datang, rumput menjari kering, bunganya layu seketika dan semarak nyapun hilang (Yakobus 1:11).
Banyak orang ingin kehidupan seperti rumput: cepat berhasil, cepat dikenal, cepat besar.
Namun Tuhan tidak pernah memanggil kita menjadi rumput.
Tuhan memanggil kita menjadi pohon Kurma dan pohon Aras.
- Pohon membutuhkan proses.
- R88;Pohon bertumbuh perlahan.
- R88;Pohon menghadapi musim demi musim.
Karena pohon memiliki akar, dan akar itulah yang membuatnya bertahan.
Di zaman yang serba instan, Tuhan tetap bekerja melalui proses.
Tuhan lebih tertarik membangun kedalaman daripada sekadar penampilan luar.
Kadang kita merasa:
- Pertumbuhan hidup kita lambat.
- R88;Doa belum dijawab.
- R88;Perubahan belum terlihat.
Tetapi jangan lupa! Akar selalu bertumbuh lebih dahulu sebelum buah muncul.
Tuhan sedang membangun sesuatu yang kuat di dalam hidupmu.
- Jangan iri dengan keberhasilan orang lain yang terlihat cepat.
- Jangan kecewa ketika ketekunanmu belum terlihat berbuah.
Tetaplah setia dalam proses kecil setiap hari.
Percaya bahwa Tuhan sedang menumbuhkan akar yang kuat.
Percayalah:
“Pertumbuhan yang lambat bukan berarti Tuhan diam; sering kali Tuhan sedang memperdalam akar kita.”
Doa
Tuhan, ajarku untuk tidak mengejar kehidupan yang instan. Berikan aku hati yang setia dalam proses. Saat aku merasa lambat bertumbuh, tolong aku tetap percaya bahwa Engkau sedang membentuk akar yang kuat dalam hidupku. Amin.”