BERBUAH PADA MUSIMNYA
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Setiap orang ingin cepat melihat hasil:
- Doa dijawab,
- Pelayanan berhasil,
- Kehidupan berubah,
- Mimpi digenapi.
Tetapi Tuhan bekerja melalui musim.
Mazmur 1 tidak berkata: “langsung berbuah,”
melainkan: “berbuah pada musimnya.”
Artinya:
- Ada proses,
- Ada pertumbuhan,
- Ada masa penantian,
- Ada pembentukan akar,
sebelum buah terlihat.
Pohon tidak frustrasi ketika buah belum muncul.
Ia tetap:
- Bertumbuh,
- Memperdalam akar,
- Menerima aliran air,
- Bertahan melewati musim.
Demikian juga hidup kita.
Kadang kita merasa:
- Doa belum dijawab,
- Pelayanan terasa biasa,
- Hidup terasa lambat,
- Tidak melihat perubahan.
Tetapi Tuhan sedang bekerja di bagian yang tidak terlihat:
IA memperdalam akar.
Karena buah yang bertahan membutuhkan akar yang dalam.
Hari ini banyak orang ingin:
- Hasil instan,
- Pertumbuhan instan,
- Berkat instan.
Tetapi Kerajaan Allah bertumbuh melalui proses.
Biji harus:
- Ditanam,
- Tersembunyi,
- Mati,
baru kemudian menghasilkan buah.
Jangan iri melihat “buah” orang lain tanpa memahami proses tersembunyi yang mereka lalui bersama Tuhan.
Ada musim:
- Menabur,
- Menyiram,
- Menunggu,
- Bertumbuh,
- dan akhirnya menuai.
Selama kita tetap tertanam di dalam Tuhan, musim buah pasti akan datang.
Joseph Prince pernah bersaksi bahwa sebelum pelayanannya dikenal luas, ia melewati masa-masa panjang melayani dengan setia tanpa banyak terlihat hasil besar.
Namun ia terus:
- Belajar firman,
- Menggembalakan jemaat,
- Tetap setia dalam proses.
Pada waktunya, Tuhan membuka pintu yang tidak pernah ia bayangkan.
Hari ini pelayanannya memberkati jutaan orang di berbagai negara.
Buah besar sering lahir dari kesetiaan yang panjang di musim tersembunyi.
- “Musim menunggu bukan berarti Tuhan berhenti bekerja.”
- “Akar diproses dalam kesunyian sebelum buah muncul di hadapan banyak orang.”
- “Jangan memaksa buah sebelum waktunya.”
- “Kesetiaan dalam proses menentukan kualitas buah.”
- “Tuhan tidak pernah terlambat menghasilkan buah pada musim yang tepat.”
Refleksi
- Apakah saya sedang kecewa karena merasa belum melihat hasil?
- Apa yang Tuhan sedang bentuk dalam hidup saya saat ini?
- Apakah saya tetap setia meski belum melihat buah?
- Apakah saya masih percaya bahwa Tuhan bekerja di musim tersembunyi?
Doa
“Bapa, ajarku percaya pada waktu-Mu. Ketika aku belum melihat buah, tolong aku tetap setia bertumbuh di dalam Engkau. Perkuat akar imanku di musim penantian. Biarlah aku tidak menyerah dalam proses, sebab aku percaya Engkau membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Jadikan hidupku menghasilkan buah yang benar dan tetap untuk kemuliaan nama-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.”
“Menjaga Arah Hidup”
Ayat Firman Tuhan
“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”