WE ARE CONNECTED TO ONE ANOTHER
(Kita Dipanggil Untuk Saling Terhubung)
Kekristenan tidak dirancang untuk dijalani sendirian.
Kita membutuhkan:
- Komunitas yang tepat,
- Sahabat rohani,
- Mentor rohani,
- dan Keluarga rohani.
Bara api yang dipisahkan dari kumpulan bara akan perlahan padam.
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Gereja mula-mula hidup dalam connection:
- Berdoa bersama,
- Sehati,
- Saling menopang,
- Saling berbagi.
Dan hasilnya:
Mereka disukai semua orang.
Tuhan menambah jumlah mereka setiap hari. Terjadi penuaian jiwa.
Aplikasi
Jangan mengisolasi diri.
Jangan berjalan sendiri.
Dan ini yang paling penting:
JANGAN SALAH PILIH KOMUNITAS.
Untuk itu Firman Tuhan telah mewanti-wanti kita dalam Yesaya 30:1
”Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN,
yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku,
yang MEMASUKI SUATU PERSEKUTUAN, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah”.
Belajar:
- Minta kepekaan roh,
- R88;Membuka hati,
- Meminta didoakan,
- Membangun unity,
- Mengampuni,
- Saling menguatkan.
Karena sering kali Tuhan mengalirkan pertolongan melalui orang lain dalam komunitas yang benar.
DOA
“Tuhan, pulihkan hubungan-hubungan yang rusak dalam hidupku.
Ajarku untuk:
- Rendah hati,
- Mengampuni,
- dan Hidup dalam kasih.
Tempatkan aku dalam komunitas yang sehat.
Jadikan aku juga saluran kekuatan bagi orang lain.
Biarlah kami bertumbuh bersama sebagai tubuh Kristus.
Di dalam nama Yesus. Amin.”