IDENTITAS
Tahun baru sering membuat target kita ingin “menjadi lebih baik”. Namun Yesus memulai dari IDENTITAS, bukan TARGET. Ia tidak berkata “usahakanlah menjadi terang”, melainkan “kamu adalah terang.”
Identitas kita adalah TERANG. Terang Itu diberikan Tuhan, bukan hasil usaha kita.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Seorang pengembara tidak menyalakan matahari untuk menerangi jalannya di malam hari. Ia hanya membawa pelita yang dipercayakan kepadanya. Terang itu bukan hasil usahanya—tetapi tanggung jawabnya untuk dijaga.
(Ketua FC bertanya ke anggota FC)
Apakah kita hidup dari identitas yang ditetapkan Kristus, atau dibentuk oleh tekanan sosial agar terlihat baik?
Terang itu Harus Dijaga, bagaimana caranya?
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan…”
Terang itu tidak bisa padam karena gelap, tetapi karena minyaknya habis. Jika api rohmu tidak dijaga, maka perlahan hatimu akan kehilangan kepekaan.
Pelita zaman dahulu harus diisi minyak setiap hari. Kenapa? Karena tidak ada pelita yang tetap menyala hanya karena kemarin ia terang.
Terang harus tetap menyala di tengah tekanan sekalipun. Jangan Kehilangan Terangmu!
Tekanan tidak memadamkan terang—justru akan menyatakan kualitasnya.
Emas dimurnikan oleh api, pelita diuji oleh tekanan angin, kesetiaan tidak dibuktikan saat aman, tetapi saat kepercayaanmu diuji.
(Ketua FC bertanya ke anggota FC)
- Apa yang mulai menguras minyak rohani kita tanpa kita sadari sehingga kita semakin redup?
- Dan di bagian mana kita masih ingin kendalikan diri kita sendiri bukan mempercayakan kepada Tuhan?
Ingat Roma 12:2 berkata: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini…”
Maksudnya adalah waspadai dua hal ini: terlalu melebur atau terlalu mengisolasi diri. Keduanya sangat berbahaya.
Tuhan memanggil dan mengutus kita untuk hadir di dunia, tapi tetap berbeda. Bukan untuk menghindar dari dunia yang gelap ini supaya suci.
Bayangkan sebuah kapal yang dibuat untuk berada di laut. Laut tidak berbahaya selama air tidak masuk ke dalam kapal. Masalah muncul bukan karena kapal berada di laut, tetapi ketika air laut masuk ke kapal.
Demikian juga orang percaya. Kita diutus untuk hidup di dunia—bekerja, bergaul, terlibat dalam aktivitas—tetapi nilai dunia tidak boleh masuk kedalam hati kita.
Sebab itu ingat, bukan jarak dari dunia yang membuat kita kudus, melainkan pikiran yang senantiasa diperbarui oleh Firman Tuhan.
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
Tanyakan lagi pada jiwamu:
Apakah Firman Tuhan masih mendominasi pikiranku setiap hari, memelihara imanku dan masih membentuk keputusanku, ataukah kekristenan hanya sekedar identitas belaka?
Doa
- Tuhan, tolong bangkitkan terus didalam jiwaku rasa lapar akan Firman-Mu dan haus akan penyertaan-Mu.
- Perbaharuilah senantiasa cara berpikirku agar aku berjalan di dalam kehendak-Mu.
- Tuhan, aku memilih percaya sekalipun belum melihat.
- Tuhan, ajar aku hidup sesuai identitas yang Engkau berikan.
- Ajar aku menjaga hatiku lebih dari menjaga yang lainya.
- Pulihkan nyala yang mulai redup dalam hidupku. Amin.