DIVINE PAUSE
Ps. Hanny Andries
Masalah terbesar gereja/umat Tuhan:
- Bukan karena kekurangan janji Tuhan,
- Bukan karena kekurangan kuasa Tuhan,
- Tetapi terlambat merespon MOMENTUN ILAHI.
Amanat agung ini merupakan sebuah momentum dalam hidup kita untuk mengalami divine reversal. Final goal dari divine reversal adalah pembalikan keadaan untuk amanat agung.
Dalam Kitab Ester 1-10, kita akan melihat bahwa divine reversal tidak terjadi secara acak, tetapi rapih dan teratur.
- Ada urutan Tuhan,
- Sesuai waktu Tuhan,
- Dan untuk tujuan Kerajaan-Nya, yaitu Amanat Agung.
Pasal 1
Raja Ahasyweros mengadakan pesta besar di kerajaan Persia. Ia memerintahkan Ratu Wasti tampil di depan para pembesar, tetapi Wasti menolak.
Akibatnya:
Ketegangan terjadi karena Wasti dilengserkan, karena Wasti punya pengaruh besar di Kerajaan Persia. Ia bukan sembarang ratu dia adalah cucu raja Nebukadnezar.
Pesan rohani:
Terkadang apa yang tampak sebagai kekacauan dan ketegangan sebenarnya adalah persiapan ilahi.
Akhirnya SEBUAH DEKRIT (perintah/keputusan resmi) DIKELUARKAN: RATU BARU HARUS DICARI.
Pasal 2
#1. ESTER DAN MORDEKHAI MULAI MASUK DIVINE SCENARIO.
DI SINI TUHAN MELAKUKAN SEBUAH PEMBALIKAN NASIB (Ini merupakan pembalikan yang pertama)
Nasib Ester mengalami PEMBALIKAN. Ester mendapat perkenanan, Ia terpilih dan dinobatkan menjadi ratu.
Nama Mordekhai masuk catatan Kerajaan.
Kerena berjasa menyelamatkan raja Ahasyiweros dari rencana Bigtan dan Teresh untuk membunuh raja.
Peristiwa itu di catat dalam Sejarah Kerajaan tapi Jasa Mordekhai DILUPAKAN.
Pasal 3
Kejutan terjadi.
- Tuhan ijinkan Iblis bertindak mendahului rencana Allah.
- Jasa Mordekai dilupakan.
- Haman yang jahat justru mendapat promosi.
Tahun 2026 akan banyak “Kejutan” tetapi Allah kita tidak pernah terkejut sebab Ia sanggup membalikkan rancangan Iblis menjadi kebaikan buat umat-Nya.
Sebelum orang yang setia (Mordekhai) dipromosi, justru Haman yang jahat duluan dipromosi. (Musuh selalu melangkah duluan, tapi rancangan Tuhan tetap one step ahead)
Haman memerintahkan Semua orang harus sujud di hadapanya—tetapi Mordekhai menolak, sehingga:
- Haman marah besar, sehingga timbul niat jahat untuk membunuh Mordekhai, bahkan memusnahkan seluruh bangsa Yahudi dan membuat pay for slay policy.
- Ester 3:8 Haman menghasut raja untuk genoside orang Yahudi.
- Ester 3:9 Haman buat strategy ”PAY for SLAY”: upah untuk membantai.
- Menyiapkan anggaran pribadi untuk menyuap raja sejumlah 10.000 talenta perak (13,72 T) PAY FOR SLAY. Ia mengeluarkan undang-undang dan menetapkan tanggal pemusnahan orang Yahudi.
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Pay for slay = cara iblis membuat orang fasik berhasil membinasakan umat Tuhan.
Pay for save = cara Tuhan membuat umat-Nya berhasil melaksanakan Amanat Agung.
Pasal 4
Mordekhai mendesak Ester untuk bertindak menghadap raja untuk minta mengadukan hal itu.
Ester awalnya takut karena ada undang-undang kerajaan: Menghadap raja tanpa dipanggil = hukuman mati.
Tetapi Mordekhai berkata:
“Ester ketahuilah—mengapa Allah membuat engkau cantik, mengapa engkau terpilih dari sekian banyak perempuan cantik di kerajaan ini—itu bukan keberuntunganmu tapi Allah yang memposisikan engkau sebagai ratu pada waktu ini, untuk momen ini, demi tujuan Kerajaan-Nya. (Ester 4:14)
Ester bangkit dan berkata, “Baiklah, kita berdoa dan berpuasa lalu aku akan menghadap raja. Dan kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati (ay. 16).
Pasal 5:3
(KESEMPATAN PERTAMA)
Tujuan Ester menghadap raja adalah untuk melaporkan Haman dan mohon pembelaan, dan Sekarang KESEMPATAN itu tiba ketika raja bertanya: ”Apa keinginanmu Ester? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan diberikan kepadamu.”. Tapi apa Jawab Ester? Tiba-tiba ada tangan Allah yang tidak kelihatan menekan tombol Pause dan membelokan perkataannya.
Pasal 5:6
(KESEMPATAN KEDUA)
Sementara minum anggur bertanyalah raja kepada Ester: ”Apakah permintaanmu? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.”
Pasal 5:7
Maka jawab Ester: ”Permintaan dan keinginan hamba ialah:”
Setelah semalaman bergumul, kali ini nampaknya Ester sudah siap mengatakan semuanya apapun konsekwensinya.
Keesokann harinya KESEMPATAN KEDUA tiba. (Ester 5:6)
Tapi lagi-lagi jari Allah menekan tombol PAUSE yang kedua kali. Dan Ester menunda lagi permohonannya. KENAPA?
Why? Karena Jika Ester mengatakan semua itu pada saat itu juga, maka ada hal-hal dalam skenario pembalikan yang sudah Allah rancang ter-SKIP dan hasil akhirnya tidak akan maksimal.
PERHATIKAN APA YANG TERJADI SEPANJANG HARI ITU SETELAH JAMUAN MAKAN ITU.
Pasal 5:9-14 HAMAN CURHAT KEPADA ISTERI DAN TEMAN2NYA.
11“Maka Haman menceriterakan kepada mereka itu besarnya kekayaannya, banyaknya anaknya laki-laki, dan segala kebesaran yang diberikan raja kepadanya serta kenaikan pangkatnya di atas para pembesar dan pegawai raja.
12 Lagi kata Haman: ”Tambahan pula tiada seorang pun diminta oleh Ester, sang ratu, untuk datang bersama-sama dengan raja ke perjamuan yang diadakannya, kecuali aku; dan (PERHATIKAN KALIMAT INI) untuk BESOK pun aku diundangnya bersama-sama dengan raja.
13 Akan tetapi semuanya itu tidak berguna bagiku, selama aku masih melihat si Mordekhai, si Yahudi itu, duduk di pintu gerbang istana raja.”
14 Lalu kata Zeresh, isterinya, dan semua sahabatnya kepadanya: "Suruhlah orang membuat tiang yang tingginya lima puluh hasta, dan persembahkanlah besok pagi kepada raja, supaya Mordekhai disulakan orang pada tiang itu; kemudian dapatlah engkau dengan bersukacita pergi bersama-sama dengan raja ke perjamuan itu." Hal itu dipandang baik oleh Haman, lalu ia menyuruh membuat tiang itu.
Pasal 6
Malam itu raja tidak bisa tidur. Lalu ia berkata kepada bujangnya, “Ambilkan aku kitab sejarah kerajaan, dan bacakan, supaya aku bisa tertidur.”
Mereka membawa buku itu, bukan kebetulan tapi ada tangan Allah yang tidak kelihatan mengarahkan tangan orang itu membuka halaman yang menulis tentang Mordekhai pernah berjasa menyelamatkan nyawa raja. Raja bertanya, “Apa yang sudah kita lakukan untuk orang yang telah berjasa menyelamatkan nyawaku itu?”
Jawabannya: “Tidak ada.” (ayat 3-4)
Pada saat itu juga, Haman masuk,…
4 Maka bertanyalah raja: ”Siapakah itu yang ada di pelataran?” Pada pagi itu Haman baru datang di pelataran luar istana raja untuk memberitahukan kepada baginda, bahwa ia hendak menyulakan Mordekhai pada tiang yang sudah didirikannya demi raja.
Ketika raja bertanya kepada Haman apa yang harus dilakukan kepada orang yang pernah menyelamatkan nyawa raja?
Maka Haman berkata, “Orang itu seharusnya dijadikan orang nomor dua di kerajaan,” ay 7-9
Raja berkata, “Yes great idea, I like it! “
Ayat 10 “Pergilah segera! lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah kata pun janganlah kaulalaikan dari pada segala yang kaukatakan itu.”
Itu sebabnya apa yang dikatakan dalam:
12 Apabila mereka hendak mendatangkan malapetaka atasmu, merancangkan tipu muslihat, mereka tidak berdaya.
#2. PEMBALIKAN YANG KEDUA YANG TUHAN KERJAKAN ADALAH: PEMBALIKAN NAMA BAIK.
(Dari korban politik dimana Mordekai di PERMULIAKAN, berbalik menjadi Haman yang DIPERMALUKAN. Loyalitas Mordekai berbuah manis).
Di akhir pasal 6, Haman pulang ke rumah setelah memimpin Mordekhai di jalanan, dan ia sangat tertekan. Ini momen “paling menyiksa.” Ia depresi karena ia yang harus mengumumkan orang yang akan menjadi orang nomor dua, padahal ia sendiri merasa seharusnya berada di posisi itu.
Lalu ayat 14 BERKATA kata, “KETIKA…”—kata KETIKA berbicara tentang waktu.
Ketika mereka sedang berdiskusi mencari strategi yang lain, datanglah para sida-sida raja dan segera membawa Haman ke jamuan makan yang telah disiapkan Ester. Ini adalah jamuan makan kedua.
Kata “KETIKA MEREKA MASIH” itu penting untuk menunjukkan campur tangan Tuhan untuk tidak memberi Haman waktu untuk menyusun rencana, tidak memberinya waktu untuk melarikan diri. Allah membuat semuanya berjalan cepat supaya musuhmu tidak ada celah untuk menggagalkan rencana Allah untuk Pembalikan Ilhi terjadi atasmu.
Divine Pause menghasilkan: Kemarahan Haman, —rencana tiang gantungan, — raja tidak bisa tidur, —buku sejarah dibacakan, —jasa Mordekhai diingat raja, —Mordekhai dimuliakan, —Haman dipermalukan.
Semua itu karena ada jari Allah Sang Sutradara Agung—menekan tombol PAUSE—Agar semua berjalan sesuai urutan Ilahi.
Semua ini terjadi karena DIVINE PAUSE— Kalau Anda sudah berdoa, sudah beriman, sudah berusaha, sudah sungguh-sungguh dengan Tuhan, PELUANG sudah didepan mata tapi tiba-tiba gagal semua, itu bukan Tuhan ingkar janji tapi jarinya sedang menekan tombol PAUSE karena ada yang lebih besar yang ingin Dia lakukan untuk Pembalikan kita.
Pasal 7
(KESEMPATAN KETIGA)
Sekarang KESEMPATAN KETIGA pun tiba. Ester 7:2 bertanyalah pula raja kepada Ester: ”Apakah permintaanmu, hai ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.”.
Raja bertanya, “Siapakah orang yang ingin membunuh istriku dan bangsanya? Siapa dia? Dan di mana dia?”
Ayat 6 pasal 7:
Ester berkata, “Musuh dan lawan itu adalah Haman yang jahat ini.”
Maka Haman terkejut dan sangat ketakutan.
Bayangkan kemarahan dan kebingungan raja sehingga tidak tahu harus berkata apa—ayat 7.
Sehingga raja, dalam kebingungannya pergi keluar untuk mempertimbangkan.
Namun disaat yang sama,
Ester sedang berbaring di dipan, bersandar di sana. Haman memohon-mohon nyawanya. Ia mendekati Ester dan berkata, “Tolong, Ester, tolong! Jangan biarkan dia membunuh aku! Jangan biarkan dia membunuh aku!”
Sangkin ketakutan, Haman merengek seperti anak kecil. Lalu di ayat 8 (NLT) In despair he fell on the couch where Queen Esther was reclining,..” (Dalam keputusasaan, ia jatuh tersungkur di atas dipan tempat Ratu Ester sedang berbaring).
Tepat Pada momen itu raja kembali masuk, dan memergoki Haman sedang dalam posisi seperti itu. Bayangkan Raja berteriak—“hah? Mau dia apain isteriku?
Ester 7:8 ”Masih jugakah ia hendak menggagahi sang ratu di dalam istanaku sendiri?
Allah itu luar biasa Ia dapat membuat sesuatu terlihat seperti sesuatu yang lain, padahal sebenarnya tidak demikian, demi menggenapi tujuan-Nya—raja masuk tepat pada waktunya.
Ketika kata-kata keluar dari mulut raja, “Masihkah engkau hendak menyerang istriku?”—pada saat kata-kata itu keluar, tiba-tiba —bam!—wajah Haman ditutup, dan Haman dibawa pergi.
Kenapa? Karena sudah waktunya penghakiman, Haman tidak diberi kesempatan untuk membela diri.
Makna rohaninya:
Dihari penghakiman semua dalih dan alasan tidak berlaku. Sebab itu selagi kita masih di musim kasih karunia, bertobatlah dengan semua dalihmu, tinggalkan semua niat jahatmu dan jadilah taat.
#3. DISINILAH TERJADI PEMBALIKAN KETIGA: YAITU PEMBALIKAN HUKUMAN
Lalu, Harbona, salah seorang sida-sida yang menghadap raja, berkata,
“Sesungguhnya, di rumah Haman ada tiang gantungan setinggi lima puluh hasta, yang dibuat Haman untuk Mordekhai, yang telah mengatakan yang baik demi raja.”
Maka raja berkata, “Gantunglah dia di situ.”
Perhatikan ini: Allah menunda Ester untuk berbicara kepada raja agar memberi waktu bagi Haman untuk menjadi marah, supaya ia membangun tiang gantungan bagi Mordekhai, agar ia menggali kuburnya sendiri.
Dikatakan, mereka menggantung Haman pada tiang gantungan itu.
Masalahnya adalah: masih ada hukum yang menyatakan bahwa semua orang Yahudi harus dimusnahkan. Hukum orang Media dan Persia adalah hukum yang tidak dapat diubah—hukum yang tetap dalam masyarakat kekaisaran Media-Persia.
Tetapi Allah adalah Allah pembalikan. Ia dapat membalikkan sesuatu dalam sekejap, bahkan hal-hal yang tampaknya tidak dapat diubah.
#4. PEMBALIKAN YANG KEEMPAT: YAITU PEMBALIKAN EKONOMI
Pada hari itu juga raja Ahasyweros mengaruniakan harta milik Haman, seteru orang Yahudi, kepada Ester, sang ratu…
Semua yang dimiliki Haman sekarang menjadi milik Ester.
Amsal 13:22b “….. kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.”
Ketika Allah siap bergerak dan menyatakan sesuatu dalam tatanan ekonomi, Ia dapat membalikkan keadaan itu dalam sekejap
Ingat Haman selain punya kuasa, ia juga adalah orang sangat kaya.
#5. PEMBALIKAN YANG KELIMA: YAITU PEMBALIKAN KARIR
Maka raja mencabut cincin meterai yang diambil dari pada Haman, lalu diserahkannya kepada Mordekhai…
Cincin meterai adalah lambang otoritas. Dengan cincin itu, seseorang dapat mewakili raja secara resmi termasuk dalam membuat undang-undang.
#6. PEMBALIKAN YANG KEENAM: YAITU PEMBALIKAN POLITIK
Pembalikan keenam — ayat 9:
Mordekhai tadinya adalah orang yang sedang menunggu kematian. Sekarang ia menjadi orang nomor dua dengan cincin raja di tangannya. Itu berarti ia memiliki pengaruh, kuasa, dan otoritas.
Semua pejabat tinggi yang sedang bersiap-siap menjalankan perintah Haman, sekarang harus tunduk kepada perintah Mordekhai.
#7. PEMBALIKAN YANG KETUJUH: YAITU PEMBALIKAN HUKUM
Pembalikan ketujuh — ayat 7-8:
Ester berkata (ayat 5-6),
“Jika raja berkenan dan jika aku mendapat kasih karunia di hadapan raja, dan jika hal itu dianggap baik, hendaklah ditulis untuk membatalkan surat-surat yang dirancang oleh Haman.”
Haman telah menulis surat untuk membunuh semua orang Yahudi. Ester berkata, “Raja, lakukan sesuatu terhadap surat ini. Batalkanlah.”
Masalahnya: hukum orang Media dan Persia tidak dapat dibatalkan.
Jadi raja pun menghadapi dilema besar…
Hukum yang dibuat oleh Haman menyatakan bahwa setiap orang Yahudi harus dibunuh. Hukum itu tidak bisa diubah.
Tapi raja berkata kepada Ester:
“Aku tidak bisa membatalkan hukum yang mengatakan bahwa kamu harus dibunuh, tetapi aku bisa membuat hukum yang lain.”
Aku akan menulis sebuah perintah eksekutif. EXECUTIVE ORDER, (KEPRES).
Dan raja berkata, “Aku telah memberikan otoritas itu kepada Mordekhai.”
(ayat 8), “Tulislah kepada orang Yahudi seperti yang kamu anggap baik, atas nama raja, dan meteraikan dengan cincin meterai raja.”
Maka para juru tulis raja dipanggil dan mulai menulis. Apa yang mereka tulis? Esther 8:11
“yang isinya: raja mengizinkan orang Yahudi di tiap-tiap kota untuk berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta memunahkan, membunuh atau membinasakan segala tentara, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, dari bangsa dan daerah yang hendak menyerang mereka, dan untuk merampas harta miliknya.”
Sekarang, bayangkan kalau saya adalah orang Persia yang awalnya berpegang pada hukum pertama—di mana orang Yahudi tidak boleh membela diri—lalu saya mendengar ada hukum kedua.
Hukum kedua itu tidak membatalkan hak untuk membunuh orang Yahudi, tetapi memberi orang Yahudi itu untuk membunuh penyerangnya, istri dan anak-anak mereka, serta merampas semua harta benda mereka.
Sekarang mereka harus pikir tujuh kali untuk melakukan hukum yang pertama, karena aku harus berhadapan dengan hukum yang kedua.
Mari kita perhatikan ini:
Allah memiliki tombol “override”— yang dapat mengatasi semua yang Iblis rencanakan untuk mencelakakanmu,
Mungkin ada orang-orang yang dibangkitkan untuk melawanmu, keadaan-keadaan atau situasi yang kelihatannya sama sekali tidak memihakmu.
Dan ketika Tuhan menekan tombol override itu, apa yang terjadi?
- Ia tidak menghentikan kejahatan itu menjadi kejahatan,
- Tetapi Allah memberi kamu otoritas yang lebih besar untuk mengalahkan kejahatan itu.
#8. PEMBALIKAN YANG KE DELAPAN ADALAH: PEMBALIKAN EMOSIONAL
Tetapi ketika hukum kedua dikeluarkan— dan para pembawa pesan menyebarkan kabar bahwa orang-orang Yahudi boleh membela diri—
Ester 8:11-17
Dan Mordekhai keluar dari hadapan raja dengan memakai pakaian kerajaan dari pada kain ungu tua dan kain lenan, dengan memakai tajuk emas yang mengagumkan serta jubah dari pada kain lenan halus dan kain ungu muda. Maka kota Susan pun bertempiksoraklah dan bersukaria.
Demikian juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat mana pun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira; dan lagi banyak dari antara rakyat negeri itu masuk Yahudi, karena mereka ditimpa ketakutan kepada orang Yahudi..
Mazmur 30:6b berkata “… sepanjang malam ada ratapan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai”.
Mungkin hari ini kamu sedang menangis, tetapi jangan pikir begitu juga keadaanmu saat kamu bangun besok—
- Jika Anda hidup dalam prinsip pembalikan Ilahi,
- Jika Anda bertindak dalam waktu Tuhan,
- Jika Anda tunduk kepada kehendak-Nya,
- Jika Anda mendengarkan suara-Nya.
Allah berjanji Ia akan membalikkan semua itu.
- Allah sanggup menghapus air mata menggantinya dengan senyuman.
- Ia bisa mengubah penderitaan menjadi kesukaan.
- Ia bisa mengubah kesedihan menjadi sukacita
Oh, tetapi belum selesai. Karena ada satu hal lagi yang paling penting, Alasan utama Allah mengadakan Pembalikan:
FINAL GOAL
Demikian juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat mana pun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira; dan lagi banyak dari antara rakyat negeri itu masuk Yahudi, karena mereka ditimpa ketakutan kepada orang Yahudi.
Dengan kata lain dalam konteks Amanat agung, Pembalikan Ilahi membuat banyak orang berdosa bertobat.
Banyak orang yang bukan Kristen menjadi Kristen. Ketika mereka melihat apa yang Allah lakukan bagi umat-Nya, mereka berkata: “Kami mau bagian itu.”
Zakaria 8:23 telah menubuatkan “Beginilah firman TUHAN semesta alam: ”Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!”
Untuk Itulah Allah menjanjikan Divine reversal bagi kita, yaitu untuk menyelesaikan amanat agung.— ketika orang melihat apa yang Allah sanggup lakukan.
Alkitab tidak pernah berkata:
“Kalau kamu sungguh-sungguh dengan Tuhan, dan kamu tidak akan punya musuh.”
“Kalau kamu rajin berdoa, tidak akan ada hari-hari buruk.”
“Kalau kamu sungguh-sungguh taat akan Tuhan, tidak akan ada masa-masa sulit.”
“Kalau kamu melayani Tuhan, tidak akan mengalami kekecewaan.”
Tetapi ini:
Apa pun yang kamu hadapi, itu bukan kata terakhir.
1 Korintus 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Apa pun yang dilemparkan musuh kepada kita, Allah sanggup membalikkan semuanya.
Nelson Mandela mengalami pembalikan.
Ia pernah divonis penjara seumur hidup 1964, dipenjara di Birmingham, 27 tahun kemudian 1990 ia di bebaskan, 1994 Ia dilatik menjadi presiden Afsel pertama yang dipilih secara demokratis, karena Allah adalah Allah yang melakukan pembalikan.
Tetapi ada satu pembalikan yang jauh lebih besar dari semuanya itu. Iblis mengira ia telah menang ketika Yesus tergantung di kayu salib.
Ketika Ia ditinggikan dan tangan-Nya direntangkan, kelihatannya seolah-olah Iblis telah menang.
Tetapi pagi-pagi benar sebelum fajar menyingsing, pada hari Minggu, Allah membangkitkan Yesus, dan Ia berkata: “Segala kuasa ada di tangan-Ku.” Kuasa maut dipatahkan, kematian dibalikan jadi kehidupan. Allah kita adalah Allah pembalikan.
Jadi berpeganglah terus kepada-Nya, meskipun Iblis sedang menimbun sampah keatasmu, Tuhan Yesus sanggup mengubahnya menjadi timbunan emas. Haleluyah.