/ SEAT TO SENT

Ps. George Rudi Pasaribu

SEAT TO SENT

Ps. George Rudi Pasaribu

Tahun 2026 adalah Tahun Amanat Agung. Ini adalah arah hidup dan identitas kita sebagai gereja dan murid Kristus.

Apakah Amanat Agung Penting? Jelas, itu sangat penting!

Apakah Amanat Agung sudah menjadi DNA dari gereja Tuhan? Sesuatu yang bukan gaya hidup akan berjalan sebagai beban, sebaliknya yang menjadi gaya hidup akan mengalir secara alamiah.

Dalam konteks rohani, ketaatan yang belum melebur akan selalu terasa berat, tetapi ketaatan yang menjadi bagian dari gaya hidup akan menjadi sukacita bagi kita.

Matius 28:18-20

18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Ada 4 pergeseran penting yang membawa kita berpindah dari “seat” menjadi “sent”:

  1. Dari datang ke gereja menjadi diutus ke dunia.

2 Korintus 5:20

Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Utusan Kristus berfungsi sebagai duta/perwakilan resmi Kristus dan Kerajaan-Nya di dunia ini.

Pekerjaan Amanat Agung adalah “pekerjaan terhormat”.

Gereja adalah “pos pengutusan” yang akan mengirim kita ke dunia ini untuk bertemu dengan orang-orang yang belum mengenal Tuhan.

Pola pikir baru:

  • Dari: “Aku datang untuk diberkati” menjadi: “Aku diutus untuk menjadi berkat
  • Dari: “Apa yang gereja sediakan untuk saya”, menjadi: “Apa yang Tuhan ingin kerjakan melalui saya?

Mari liat semua area dimana Tuhan tempatkan kita berada disana, seperti pekejaan, sekolah, usaha, komunitas menjadi wilayah sasaran misi kita.

  1. Dari program menjadi gaya hidup.

Roma 10:14

Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

Dalam konteksi ini, rasul Paulus menjelaskan ketiadaan perantara (nihilnya duta dan utusan), sementara berita dan pekerjaan Kristus sudah ada.

“Mendengar” dalam konteks ini bukan hanya soal bunyi, namun sebuah perjumpaan kebenaran yang dihadirkan lewat manusia.

Pola pikir baru:

  • Murid adalah Injil yang berjalan.
  • Karakter adalah khotbah tanpa mimbar.
  • Kasih adalah apologetika paling kuat.

“Your life may be the only Bible some people will ever read”. (Philip Yancey)

  1. Dari “Opsi (pilihan)” menjadi “Mosi (keharusan)”

Matius 28:19

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Tantangan kita saat ini bukan kurangnya ajakan dan kesempatan, melainkan pola pikir yang masih menunggu atau menuntut syarat sebelum taat.

“Ketaatan akan membentuk kesiapan dan kedewasaan rohani kita.”

Pola pikir baru:

  • Murid sejati selalu bergerak.
  • Iman sejati selalu terpancar keluar.
  • Kekristenan sejati tidak statis tapi dinamis.

“Gereja berhenti bergerak keluar, akan mulai bermasalah ke dalam” (Hanny Andries)

  1. Dari “Penonton” menjadi “Pelaku Amanat”.

Lukas 6:46

Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Orang yang mendengar tetapi tidak mentaati, itu seperti membangun rumah tanpa dasar, sehingga mudah rubuh.

Orang yang membaca dan orang yang melakukan memiliki signifikansi yang berbeda.

Pola pikir baru:

  • Ketaatan mengubah informasi menjadi transformasi.
  • Dari penggemar rohani menjadi rekan sekerja Kerajaan.

Langkah praktis yang bisa kita lakukan: berdoalah setiap hari untuk 1 nama yang belum sungguh-sungguh atau yang belum kenal Kristus.

Mari sama-sama kita tuntaskan Amanat Agung!

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.