/ DIVINE REVERSAL

Ps. Hanny Andries

DIVINE REVERSAL

Ps. Hanny Andries

Dalam kehidupan ini, musuh kita si iblis selalu menyusun rancangan-rancangan untuk menghancurkan hidup kita. Tapi kalau kita mau untuk tetap mengasihi TUHAN dalam segala situasi, maka apapun yang direncanakan si iblis, hal buruk apapun yang ia lemparkan dalam hidup kita,

TUHAN akan mengubahnya untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihi Dia! (Roma 8:28)

Dalam kitab Ester, kita dapat melihat bahwa sepanjang hidupnya, Ester dikepung dengan situasi yang terkesan tidak menguntungkan baginya.

  • ia seorang dari bangsa buangan
  • orang tuanya meninggal ketika dalam pembuangan, menjadikannya seorang yatim piatu di negeri yang jauh
  • ia hanya tinggal bersama dengan pamannya

Apabila seseorang menghadapi situasi yang demikian, hampir pasti dapat dikatakan, bahwa orang tersebut tidak akan memiliki masa depan lagi. Tapi, kita tahu bahwa akhirnya TUHAN memakai Ester untuk menjadi ratu negeri itu dan menyelamatkan bangsanya! Bagaimana hal itu bisa terjadi? Seorang yang tidak memiliki masa depan, diubah menjadi orang yang sangat berpengaruh.

Melalui kisah ini, kita belajar, bahwa pembalikan ilahi selalu bekerja atas hidup orang yang punya iman. Ester memiliki 2 hal, yang menggerakkan tangan TUHAN untuk melakukan DIVINE REVERSAL (pembalikan ilahi) dalam hidupnya. Yaitu,

FAITH TO SEE & COURAGE TO SPEAK

  1. FAITH TO SEE

Yaitu bagaimana Ester, memiliki iman untuk memberanikan dirinya, melangkah menghadap raja dan menghadapi musuh-musuh yang ingin menghancurkan kehidupan mereka.

Dari Ester kita belajar, bahwa orang yang punya iman, tidak lari dari masalah. Kita berani menghadapinya, karena kita meletakkan kepercayaan kita kepada TUHAN!

  1. COURAGE TO SPEAK

Yaitu keberanian Ester untuk membuka mulutnya di hadapan raja Ahasyweros.

Yang kedua, dari Ester kita belajar, bahwa sekalipun situasinya sedang tidak menguntungkan bagi kita, namun kita tetap membuka mulut kita dengan memperkatakan Firman Tuhan kepada masalah yang hari ini sedang kita hadapi.

Kedua hal ini, menggerakkan TUHAN untuk campur tangan dan mengadakan pembalikan dalam hidup orang percaya!

Kita juga perlu memahami, bahwa

“Pembalikan ilahi bukan sekedar mujizat instan, tetapi buah dari perjalanan iman dan ketaatan yang sejajar dengan waktu TUHAN.” - Ps Hanny Andries-

Oleh karena pembalikan itu adalah buah dari perjalanan yang memerlukan waktu, maka kita harus bersungguh-sungguh memelihara iman percaya kita kepada-Nya, ditengah-tengah proses mencapai pembalikan ilahi yang TUHAN telah janjikan.

Ada 7 hal yang harus kita lakukan untuk tetap menjaga dan memelihara iman percaya kepada TUHAN, supaya tidak redup

  1. Tetap Percaya Bahwa Allah Masih Berdaulat Walau Keadaan Tampak Berlawanan.

Haman telah mempersiapkan tiang penyulaan untuk Mordekhai, namun intervensi tangan TUHAN nampak pada Ester 6:1-2

Sebuah peristiwa ketika TUHAN menyingkapkan kepada raja Ahasyweros, bahwa Mordekai pernah menyelamatkannya dari rencana pembunuhan. Sehingga ketika sejarah itu dibacakan kepada raja, maka Mordekhai selamat dari rencana jahat Haman.

Sekalipun, keadaan tidak menguntungkan bagi Mordekhai pada saat itu,

“PEMBALIKAN SELALU DIMULAI DARI IMAN BUKAN DARI BUKTI!”

Pembalikan yang TUHAN akan lakukan, tidak bergantung pada fakta yang saat ini sedang engkau hadapi. Sebab tangan Tuhan bekerja melampaui dari apa yang dapat kita pikirkan.

  1. Tetap Setia dan Taat Dalam Proses

Galatia 6:9 (TB) Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

“Kesetiaan disaat gelap menyiapkan pembalikan disaat terang.”

Setia dalam keadaan yang tidak menyenangkan akan mendatangkan terang yang membawa pembalikan kepada keadaan tersebut.

  1. Berdoa Dengan Iman dan Berpuasa Untuk Mencari Arah TUHAN

Ester 4:16 (TB) "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."

“Pembalikan ilahi terjadi ketika manusia berhenti berjuang dengan kekuatannya sendiri dan mulai bersandar pada kuasa Allah.”

  1. Jaga Hati Dari Kepahitan dan Pembalasan

Roma 12:19 (TB) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

“Ampuni – bukan karena mereka layak, tapi karena kamu mau melihat Tuhan bertindak”

  1. Ucapkan imanmu – Jangan Keluh Kesahmu - PEY VAV

Amsal 18:21 (TB) Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

“Deklarasi iman setiap hari membuka jalan bagi perubahan nyata”

  1. Tetap Dibawah Otoritas dan Ditengah Komunitas Rohani

Ibrani 10:25 (TB) Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

“Ester sekalipun ratu, tetap menempatkan diri sebagai keponakan Mordekhai.”

  1. Bersiaplah Untuk Tindakan Iman

Yakobus 2:17 (TB) Iman tanpa perbuatan adalah mati.

“Pembalikan tidak datang kepada mereka yang hanya berharap, tetapi kepada mereka yang melangkah sesuai iman mereka”

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.