A PRAYER THAT REVERSES YOUR SITUATION
Ps. Andre Djaafar
Yakobus 5:16
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Kita tidak bisa membenarkan diri kita sendiri, tetapi kita telah dibenarkan oleh karena pengorbanan Yesus di kayu salib. Ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh dari dalam hati kita, itulah doa yang besar kuasanya.
Tetapi seringkali kita berhenti di ayat 16 dan melupakan bagian yang tidak kalah penting dari ayat selanjutnya.
Yakobus 5:17-18
“Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.”
Alkitab mencatat bahwa Elia adalah manusia biasa sama seperti kita. Kita disamakan dengan Elia, bahkan dalam hal berdoapun, doa kita bisa dijawab oleh Tuhan.
Apa saja yang harus kita lakukan untuk mengalami jawaban doa?
- Kita harus berani melakukan apa yang kita ucapkan.
Elia benar-benar melakukan yang ia katakan. Ia berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan dengan membungkuk ke tanah, bahkan dengan mukanya diantara kedua lututnya. (1 Raja-Raja 18:42) dan doanya dijawab oleh Tuhan.
Kita bisa lihat juga dalam Perjanjian Baru, Petrus bukan hanya memperkatakan tetapi mempraktekkan apa yang dia ucapkan. Dia mendoakan orang yang lumpuh dan membantu orang tersebut berdiri. Maka orang tersebut sembuh dan kuatlah kakinya. (Kisah Para Rasul 3:6-7).
- Tekun dalam doa kita.
Sekalipun ketika Elia menyuruh bujangnya melihat ke atas gunung apakah ada tanda-tanda akan turun hujan dan belum melihat apa-apa, tetapi ia terus menyuruh bujangnya untuk naik kembali ke atas gunung sampai 7 kali. Tidak mudah untuk melakukan doa yang sama terus-menerus dan belum mendapatkan jawaban, tetapi teruslah tekun berdoa. Elia merasakan hal yang sama dan menerima jawaban doanya. (1 Raj 18:41-46)
- Mengerti cara Allah berkomunikasi.
Seringkali kita mengharapkan jawaban doa dengan tanda yang besar, sementara yang kecil kita abaikan dan kita anggap tidak penting. Padahal, melalui hal kecil sekalipun, Tuhan bisa menjawab doa kita.
Sama seperti Elia yang pada akhirnya mendapatkan berita dari bujangnya bahwa ada awan sebesar telapak tangan muncul. Kemudian Elia menyuruh Ahab untuk segera pergi agar tidak terhalang hujan. (1 Raja-Raja 18:44)
Tuhan bisa berbicara melalui firman-Nya, melalui perasaan damai sejahtera, maupun melalui perjumpaan ilahi dengan orang yang tepat.