RAHASIA KESEMBUHAN NAAMAN
Ps. Filemon Meliala
“Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia Tuhan telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta,” (2 Raja-raja 5:1-7).
Dalam 2 Raja-raja 5:1-7 dijelaskan bahwa Naaman adalah seorang panglima besar, terpandang, dihormati, dan disayangi rajanya. Melalui dia, Tuhan memberi kemenangan kepada Aram. Tetapi di balik semua kejayaan itu, Naaman mengidap kusta. Jadi, apa rahasia kesembuhan Naaman?
- Mendengarkan suara Tuhan melalui orang-orang yang tidak kita duga
Dalam rumah Naaman, ada seorang anak perempuan dari Israel yang dijadikan pelayan istri Naaman. Dari mulut pelayan inilah jalan kesembuhan terbuka: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, tentulah ia akan menyembuhkan tuanku dari penyakitnya”. Orang kecil yang tidak diperhitungkan justru dipakai Tuhan untuk menyampaikan jalan keselamatan.
Tuhan bisa pakai siapa saja, bahkan pelayan yang tak dianggap, untuk menyampaikan jalan keselamatan.
- Rendah hati membawa mujizat
Naaman datang dengan rombongan besar, membawa surat raja, emas, perak, dan pakaian. Tetapi ketika sampai, Nabi Elisa tidak menemuinya langsung. Elisa hanya mengutus seorang suruhan dengan pesan sederhana: “Pergilah, mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali dan engkau menjadi tahir.”
Naaman marah. Baginya, cara itu terlalu sederhana, tidak masuk akal, dan merendahkan harga dirinya. Ia mengira Elisa akan datang, meletakkan tangan, dan melakukan sesuatu yang “spektakuler.”
Kesombongan hampir membuat Naaman kehilangan mujizatnya sebab Tuhan menentang orang yang congkak, tetapi memberi kasih karunia kepada yang rendah hati.
- Taat meski sederhana
Para pegawai menasihati Naaman: jika nabi meminta sesuatu yang sulit, pasti ia akan melakukannya. Apalagi ini hanya perkara sederhana. Naaman akhirnya mau taat. Ia turun ke sungai Yordan, mandi tujuh kali, dan tubuhnya menjadi tahir kembali.
Kesembuhan datang bukan karena besar jasanya, tetapi karena ia merendahkan hati dan taat kepada firman Tuhan.
Rahasia kesembuhan Naaman bukan terletak pada air sungai Yordan, melainkan pada hati yang mau dibentuk untuk memiliki kerendahan hati dan mau mendengarkan arahan Tuhan sekalipun tidak masuk akal.