APA YANG TUHAN MAU?
Ps. Steven Lin
Belajar dari kisah dalam Yohanes 11, peristiwa dimana Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian. Ada hal yang mau Tuhan ajarkan kepada Maria dan Marta sebagai saudari dari Lazarus, sebelum Ia melakukan mujizat kebangkitan itu.
Alkitab mencatat, ketika Yesus mendengar kabar bahwa Lazarus sedang sakit, Ia tidak langsung bergegas ke Betania tempat Lazarus berada, namun malah sengaja memilih mengulur waktu dua hari lagi. Hingga akhirnya tibalah kabar bahwa Lazarus telah mati.
Apa yang menarik, adalah respon Yesus terhadap kabar tersebut!
“tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.”
Dari sini kita belajar, bahwa selalu ada maksud Tuhan dibalik situasi yang terkadang tidak dapat kita mengerti, mengapa harus terjadi. Tapi hal itu harus terjadi, supaya kemudian kita dapat belajar percaya dan berserah penuh kepada-Nya.
Alkitab mencatat, baik Maria ataupun Marta memberikan respon yang sama ketika Yesus tiba. Dalam Yohanes 11:21 dan 11:32
“Tuhan, SEKIRANYA Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”
Pernyataan mereka ini menunjukkan pola pikir mereka yang lama, yang MEMBATASI TUHAN untuk melakukan perkara yang mustahil. Bagi mereka, kematian Lazarus adalah hal yang final, tidak dapat diubah lagi, Tuhan telah terlambat, keadaan sudah tidak mungkin berbalik, game over.
Sama seperti Maria dan Marta, kita sering melakukan hal yang sama, “SEANDAINYA TUHAN DATANG LEBIH CEPAT…” Pola pikir manusia sering kali terbatas, dan berpikir bahwa Tuhan Yesus hanya dapat melakukan “pencegahan”.
Inilah paradigma yang mau Tuhan ajarkan dan yang ingin Tuhan ubahkan. Untuk belajar percaya bahwa selama Tuhan hadir tidak ada yang mustahil, selama Tuhan hadir, tidak ada kondisi yang terlambat!
Untuk mengubah paradigma, Maria, Marta dan barangkali setiap kita, Yesus berkata ”Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yohanes 11:25-26)
Berlandaskan Firman Tuhan Yesus di atas, ada 3 hal yang ingin Tuhan ubahkan dari paradigma kita, sebagai orang percaya
- Head = Pikiran
Pikiran yang tadinya memandang bahwa “kematian” adalah kondisi yang final, baik itu kematian secara rohani, kematian secara ekonomi, kematian secara medis dan sebagainya. Pikiran yang berkata, bahkan Tuhan pun tidak dapat membalikkan keadaan kita hari ini. Berubah menjadi pemikiran yang PERCAYA bahwa Tuhan sanggup membangkitkan keadaan apapun yang sedang mati dalam kehidupan kita!
- Heart = Perasaan
Perasaan yang tadinya tawar hati, kecewa, kehilangan, bahkan berpikiran negatif terhadap Tuhan. Berubah menjadi percaya dan berserah kepada kehendak kuasa Tuhan dalam kehidupan kita. Dengan keyakinan “bahwa dalam kematian sekalipun Tuhan sanggup membalikkan keadaan”
- Hand = Tindakan
Tindakan akan dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan, ketika seseorang tawar hati dan kehilangan kepercayaannya kepada Tuhan, maka ia akan kehilangan langkah imannya untuk mengangkat batu kubur yang selama ini menghalangi kita. Berubahlah menjadi pribadi yang dengan iman percaya berani melangkah dalam perbuatan untuk menyaksikan mujizat!