/ DISRUPSI

Ps. Himawan Leenardo

WHEN DISRUPTION COMES

Ps. Himawan Leenardo

Disrupsi adalah sebuah gangguan atau perubahan besar yang tiba-tiba dalam perjalanan hidup seseorang, yang mengentikan, mengguncang, atau mengalihkan arah hidup yang sebelumnya stabil atau terencana.

Yakobus 4:13-15

13. Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",

14. sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

15. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

Sering sekali kita merencanakan sesuatu, namun kenyataannya tidak seperti yang kita rencanakan. Pertanyaannya, apakah kita mengijinkan kedaulatan Tuhan terjadi dalam hidup kita, dalam rencana kita?

Ayub mengalami sebuah disrupsi yang luar biasa (Ayub 1):

Kehilangan harta benda, kehilangan anak-anak, kehilangan kesehatan, ditinggalkan teman, dan pergumulan iman.

Apa respon umum ketika kita mengalami disrupsi?

  1. Mempertanyakan mengapa?
  2. Merasa tidak bersalah.
  3. Meragukan kasih dan kepedulian Tuhan (krisis iman).
  4. Duka/luka yang dalam.
  5. Putus asa, depresi.
  6. Kecewa dan bahkan marah dengan Tuhan.

Kenapa kita mengalami disrupsi?

  1. Merendahkan hatimu dan menguji isi hatimu (Ulangan 8:2).

Tuhan ijinkan bangsa Israel mengalami disrupsi dalam perjalanan mereka, dimana mereka harus menghabiskan 40 tahun untuk sampai ke Tanah Perjanjian, supaya mereka merendahkan hati mereka.

  1. Menghalangi dari perbuatan salah (Ayub 33:14-18).

Tuhan mengijinkan kita mengalami disrupsi berupa teguran karena Tuhan mau menghindarkan kita dari celaka.

  1. Adanya pekerjaan iblis (Ayub 1:8-12).

Oleh sebab itu, kita harus lawan dengan mengandalkan Tuhan. Apa yang Ayub alami akhirnya berakhir dengan pemulihan dari Tuhan. Namun Ayub terlebih dahulu pulih dengan dirinya sendiri, sehingga dia bisa mengampuni dan mendoakan sahabat-sahabat yang menghianati dia. (Ayub 42:10).

Bagaimana kita keluar dari disrupsi yang kita alami?

  1. Jangan bersalah dengan kata-kata (Ayub 2:9-10)

Ayub tidak mau mengutuki Tuhan seperti yang istrinya minta. Dia menjaga mulutnya dengan tidak menuduh Tuhan. Ayub dapat bersikap seperti itu karena dia kenal Tuhan dengan sangat baik (Ayub 42:5-6).

  1. Kita harus menjadi seperti emas yang dimurnikan (Ayub 23:10).

Kita bisa menjadi seperti emas jika kita mau mempersiapkan dan membangun hidup kita seperti yang Tuhan inginkan. Kita harus membangun di atas dasar emas, perak, batu permata (ketika diuji maka akan semakin berkilau).

  1. Kita harus dipimpin oleh Roh Kudus (Yesaya 30:18).

Nantikan Tuhan dan berserulah pada-Nya, sehingga Dia yang akan menuntun kita untuk melakukan apa, sehingga kita bisa keluar dari disrupsi.

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.