/ LOVING AND CARING

Ps. George Rudi Pasaribu

LOVING AND CARING

Ps. George Rudi Pasaribu

Firman Tuhan menubuatkan bahwa kasih kebanyakan orang akan mendingin di akhir zaman. Kita mungkin mendapati diri kita atau orang di sekitar kita cenderung menarik diri, bersembunyi di balik label kepribadian, atau merasa nyaman dalam kesendirian. Namun, kasih sejati tidak bisa hanya dirasakan; ia harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kita perlu waspada terhadap normalisasi ketidakpedulian dan perkataan kasar yang semakin merajalela. Lebih jauh lagi, banyak yang merasa terasing dan kesepian di tengah keramaian, sebuah kondisi yang seringkali berakar pada hilangnya kepercayaan akibat luka dan kekecewaan.

Kebangkitan Kristus bukan tentang pembalasan, tetapi pemulihan; bukti bahwa kasih lebih kuat dari kematian, dan pengampunan lebih besar dari penyesalan. Saat Yesus bangkit, alih-alih mencari pembalasan kepada mereka yang menyiksa-Nya, Ia justru fokus pada pemulihan murid-murid-Nya yang sedang dilanda ketakutan dan keputusasaan. Melalui aksi Kasih Yesus dalam peristiwa Yesus mengunjungi murid-murid-Nya kita belajar bahwa:

  1. Kasih adalah Identitas Murid Kristus

Perintah baru yang diberikan Yesus dalam Yohanes 13:34-35, yaitu: "Saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu”. Ini bukan sekadar anjuran, melainkan identitas inti kita sebagai murid Kristus. Dunia akan mengenali kita bukan dari atribut-atribut lahiriah atau pencapaian rohani semata, melainkan dari kasih nyata. Kunjungan Yesus ke murid-murid-Nya menunjukkan bahwa

  • Kasih berarti membawa damai dimanapun kita berada.
  • Kasih sejati selalu meninggalkan jejak damai di setiap tempat yang kita pijak.
  • Kasih bukan sekadar perasaan — kasih adalah keputusan untuk menjadi pembawa damai di tengah dunia yang gaduh.

  1. Kasih Tanpa Aksi adalah Kosong

1 Yohanes 3:18, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran”. Tindakan Kasih yang nyata memulihkan iman yang retak, menyalakan kembali pengharapan orang yang terpuruk, danmenghidupkan kembali panggilan setiap murid-murid Tuhan. Tindakan kasih yang nyata dapat dilakukan dengan:

  • Menjangkau yang terabaikan.
  • Mengangkut yang sedang jatuh.
  • Memberi harapan kepada yang putus pengharapan.

  1. Kasih Membawa Pemulihan dan Harapan

Kasih yang kita pancarkan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk memulihkan hati yang terluka dan membangkitkan pengharapan yang padam. Sebagaimana firman Tuhan dalam Yeremia 31:3 mengingatkan kita akan kasih kekal-Nya yang terus mengalir, kita pun dipanggil untuk menjadi saluran kasih tersebut bagi dunia di sekitar kita, dengan cara:

  • Belajar untuk hadir bagi orang lain.
  • Sebarkan ketenangan dan pengharapan, bukan memperparah luka dengan penilaian.
  • Tindakan sederhana bisa menjadi titik balik bagi seseorang yang kehilangan arah.

Kasih yang kita miliki haruslah kasih yang aktif, meneladani Yesus yang tidak hanya berucap tetapi juga bertindak nyata dalam menjangkau dan memulihkan.

Corrie Ten Boom dan keluarganya mengalami penderitaan setelah mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyembunyikan orang-orang Yahudi dari kejaran Nazi. Meskipun mereka akhirnya ditangkap dan menderita di kamp konsentrasi, kasih dan iman Corrie tidak padam. Bahkan setelah selamat, ia memilih untuk mengampuni para penyiksanya, didorong oleh kasih Kristus. Pengalaman Corrie kemudian ia bagikan melalui bukunya, dan ia menulis; "There is no pit so deep, that God's love is not deeper still” (Tidak ada lubang yang terlalu dalam, sehingga kasih Allah tidak lebih dalam lagi).

Teladanilah kasih Kristus melalui tindakan nyata sehari-hari, yang dimulai dari hal sederhana: sapa, kuatkan, dan perhatikan mereka yang membutuhkan dan jadilah pendengar yang baik. Kebangkitan Kristus memanggil kita menjadi murid yang saling mengasihi, mewujudkan kasih dalam tindakan yang membawa perubahan dan mencerminkan kasih Allah kepada dunia.

©2022 GBI Tabgha Batam. All Rights Reserved.